Unpas dan Unisba Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Dalam Demo Ricuh Tadi Malam
Selasa, 02 September 2025 - 10:36 WIB
loading...
Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Islam Bandung (Unisba) menegaskan tidak ada aparat masuk kampus di Jalan Tamansari, pada Senin malam (1/9/2025). Foto/Unpas
A
A
A
BANDUNG - Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Islam Bandung (Unisba) menegaskan tidak ada satu pun aparat yang masuk kampus di Jalan Tamansari pada tadi malam, Senin (1/9/2025). Rektor Unisba Harits Nu'man mengatakan, sepanjang pantauan, baik melalui laporan maupun langsung, dan melihat di CCTV di Kampus Unisba, tidak melihat aparat Kepolisian walaupun berpakaian preman masuk ke area kampus.
"Itu (orang-orang yang masuk kampus) murni semuanya demonstran. Ya saya sebutkan, pendemo yang tadi di-sweeping,” kata Rektor Unisba saat memberikan keterangan pers di Unisba, Selasa (2/9/2025).
Baca juga: Aparat Tembakkan Gas Air Mata ke Kampus Unisba dan Unpas, 12 Mahasiswa Pingsan
Harits menyatakan, kampus Unisba memang menjadi titik penanganan medis saat aksi demo yang berlangsung di Kota Bandung beberapa hari terakhir ini.
Namun saat kejadian semalam, dia memastikan posko medis Unisba ditutup sejak pukul 21.00 WIB.
“Nah proses penanganan korban itu berakhir pada jam 20.30. Jam 20.30 sampai jam 21.00 itu, masih ada korban yang napasnya sesak dan lemas. Itu sudah selesai kami bantu, kami tangani, kami evakuasi dan selamat. Mereka dijemput oleh keluarganya. Nah posko tutup di jam 21.00,” ujar Harits.
Sementara itu Kepala Unit Keamanan Kampus Universitas Pasudan Rosid saat kericuhan kemarin, sepengetahuannya, tidak ada aparat baik TNI Polri, masuk ke dalam kampus Unpas. “Tidak ada yang masuk, hanya lewat,” kata Rosyid.
Baca juga: Viral Aparat Sisir Massa hingga Kampus Unpas, Kapolda Jabar: Hoaks!
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, narasi yang menyebutkan tim patroli gabungan TNI-Polri masuk kampus Unpas di Jalan Tamansari merupakan hoaks.
“Mereka membuat framing di media sosial melalui akun-akun mereka bahwa petugas masuk kampus, membawa senjata peluru karet, dan menembakkan gas air mata. Semua itu adalah hoaks. Faktanya, di lapangan tidak ada satu pun petugas yang masuk ke area kampus, dan tidak ada petugas yang membawa senjata,” kata Kabid Humas dalam rilis yang diterima wartawan.
“Setelah kondisi Jalan Tamansari bisa kami kuasai, situasi kembali aman dan kelompok berpakaian hitam tersebut melarikan diri,” ujarnya.
"Itu (orang-orang yang masuk kampus) murni semuanya demonstran. Ya saya sebutkan, pendemo yang tadi di-sweeping,” kata Rektor Unisba saat memberikan keterangan pers di Unisba, Selasa (2/9/2025).
Baca juga: Aparat Tembakkan Gas Air Mata ke Kampus Unisba dan Unpas, 12 Mahasiswa Pingsan
Harits menyatakan, kampus Unisba memang menjadi titik penanganan medis saat aksi demo yang berlangsung di Kota Bandung beberapa hari terakhir ini.
Namun saat kejadian semalam, dia memastikan posko medis Unisba ditutup sejak pukul 21.00 WIB.
“Nah proses penanganan korban itu berakhir pada jam 20.30. Jam 20.30 sampai jam 21.00 itu, masih ada korban yang napasnya sesak dan lemas. Itu sudah selesai kami bantu, kami tangani, kami evakuasi dan selamat. Mereka dijemput oleh keluarganya. Nah posko tutup di jam 21.00,” ujar Harits.
Sementara itu Kepala Unit Keamanan Kampus Universitas Pasudan Rosid saat kericuhan kemarin, sepengetahuannya, tidak ada aparat baik TNI Polri, masuk ke dalam kampus Unpas. “Tidak ada yang masuk, hanya lewat,” kata Rosyid.
Baca juga: Viral Aparat Sisir Massa hingga Kampus Unpas, Kapolda Jabar: Hoaks!
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, narasi yang menyebutkan tim patroli gabungan TNI-Polri masuk kampus Unpas di Jalan Tamansari merupakan hoaks.
“Mereka membuat framing di media sosial melalui akun-akun mereka bahwa petugas masuk kampus, membawa senjata peluru karet, dan menembakkan gas air mata. Semua itu adalah hoaks. Faktanya, di lapangan tidak ada satu pun petugas yang masuk ke area kampus, dan tidak ada petugas yang membawa senjata,” kata Kabid Humas dalam rilis yang diterima wartawan.
“Setelah kondisi Jalan Tamansari bisa kami kuasai, situasi kembali aman dan kelompok berpakaian hitam tersebut melarikan diri,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :