Khofifah Identifikasi Kasus Pembakaran Gedung Negara Grahadi: Dilempari Molotov
Senin, 01 September 2025 - 20:21 WIB
loading...
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan identifikasi kasus pembakaran Gedung Negara Grahadi pada aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan identifikasi kasus pembakaran Gedung Negara Grahadi pada aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu. Menurutnya, indentifikasi ini dilakukan menyusul Grahadi yang merupakan bagian dari cagar budaya.
“Tentu itu bagian dari cagar budaya, kita semua prihatin bahwa bagian barat gedung Grahadi ternyata dilempari molotov,” kata Khofifah kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/9/2025).
Khofifah menjelaskan gedung Grahadi menjadi salah satu bangunan yang menjadi objek amuk massa. Dia pun menyebut saat ini bagian yang terbakar itu sudah dilakukan sekat untuk diidentifikasi.
Baca juga: Sejarah Gedung Grahadi: Cagar Budaya Nasional yang Dibakar dalam Aksi Ricuh di Surabaya
“Karena proses pelemparan bom molotov itu semua bisa teridentifikasi,” ucapnya.
Di sisi lain, Khofifah menyatakan pihaknya sudah mendengar aspirasi para peserta unjuk rasa. Salah satunya adalah soal permintaan pembebasan orang yang ditahan oleh Kepolisian.
Baca juga: Noel Terjerat Rasuah, Saatnya Bersihkan Pejabat Serakah
“Saya tanya mereka menuntut apa, oh kawan-kawannya yang sedang ditahan di Polrestabes supaya dikeluarkan, saya pun bertelepon dengan Pak Kapolda di depan mereka,” jelasnya.
“Jadi yang malam itu sampai dini hari ya sampai setengah 2, yang anggota keluarganya sudah datang menjemput semua dipulangkan,” pungkas Khofifah.
“Tentu itu bagian dari cagar budaya, kita semua prihatin bahwa bagian barat gedung Grahadi ternyata dilempari molotov,” kata Khofifah kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/9/2025).
Khofifah menjelaskan gedung Grahadi menjadi salah satu bangunan yang menjadi objek amuk massa. Dia pun menyebut saat ini bagian yang terbakar itu sudah dilakukan sekat untuk diidentifikasi.
Baca juga: Sejarah Gedung Grahadi: Cagar Budaya Nasional yang Dibakar dalam Aksi Ricuh di Surabaya
“Karena proses pelemparan bom molotov itu semua bisa teridentifikasi,” ucapnya.
Di sisi lain, Khofifah menyatakan pihaknya sudah mendengar aspirasi para peserta unjuk rasa. Salah satunya adalah soal permintaan pembebasan orang yang ditahan oleh Kepolisian.
Baca juga: Noel Terjerat Rasuah, Saatnya Bersihkan Pejabat Serakah
“Saya tanya mereka menuntut apa, oh kawan-kawannya yang sedang ditahan di Polrestabes supaya dikeluarkan, saya pun bertelepon dengan Pak Kapolda di depan mereka,” jelasnya.
“Jadi yang malam itu sampai dini hari ya sampai setengah 2, yang anggota keluarganya sudah datang menjemput semua dipulangkan,” pungkas Khofifah.
(rca)
Lihat Juga :