Pandemi COVID-19 Picu Perlambatan Kredit UMKM di Jawa Timur
Jum'at, 11 September 2020 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
“Terbatasnya aktivitas perekonomian selama pandemi COVID-19 berdampak pada peningkatan risiko kredit UMKM,” imbuh Difi. (Baca juga: Tidur Sekamar dengan Pria Lain, Istri Dokter di Pasuruan Digerebek Warga)
Pada triwulan II 2020 NPL kredit UMKM sebesar 3,91%, lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar 3,76%. Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan NPL terjadi antara lain pada sektor industri pengolahan. (Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Pastikan Kapasitas Bed Isolasi Pasien COVID-19 Mencukupi)
Ini seiring turunnya produksi dan permintaan masyarakat. Kemudian sektor konstruksi seiring tertundanya berbagai proyek pembangunan. Lalu sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum seiring rendahnya mobilitas masyarakat.
“Secara umum, peningkatan NPL tersebut merupakan dampak pandemi COVID-19 yang menyebabkan kontraksi perekonomian,” tandas Difi.
Pada triwulan II 2020 NPL kredit UMKM sebesar 3,91%, lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar 3,76%. Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan NPL terjadi antara lain pada sektor industri pengolahan. (Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Pastikan Kapasitas Bed Isolasi Pasien COVID-19 Mencukupi)
Ini seiring turunnya produksi dan permintaan masyarakat. Kemudian sektor konstruksi seiring tertundanya berbagai proyek pembangunan. Lalu sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum seiring rendahnya mobilitas masyarakat.
“Secara umum, peningkatan NPL tersebut merupakan dampak pandemi COVID-19 yang menyebabkan kontraksi perekonomian,” tandas Difi.
(boy)
Lihat Juga :