Kekuasaan hingga Semenanjung Melayu Buat Kerajaan Sriwijaya Jadi Poros Perdagangan Internasional
Senin, 01 September 2025 - 06:40 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cerita Etnis Tionghoa Pertama Masuk Nusantara di Masa Kerajaan Sriwijaya
Oleh karena itu, wajar bila diyakini terdapat latarbelakang ekonomi di Asia Tenggara dan barangkali juga di tempat lain di Asia, yang selama berabad-abad telah memberi jalan bagi kejayaan Sriwijaya. Deskripsi sumber Kerajaan Sriwijaya diperjelas dengan adanya Prasasti Melayu Kuno yang dianggap penting.
Prasasti itu ditulis pada 682 - 686 M. Dinamika perkembangan di internal Sriwijaya juga terlihat dari beberapa prasasti lainnya seperti Prasasti Telaga Batu yang berisikan sumpah luar biasa dengan meminum air kutukan. Di Prasasti Telaga Batu itu juga digambarkan bagaimana daftar panjang tentang orang-orang yang berpotensi menjadi musuh atau mungkin musuh-musuh raja Sriwijaya yang sebenarnya.
Potensi musuh juga datang dari para pedagang yang dianggap berkhianat. Tapi bagaimana pun meski ada beberapa pihak yang bertolakbelakang dan bermusuhan dengan Sriwijaya, meski ada masalah politik itu tercatat pada prasasti - prasasti yang pada pertengahan abad ke-8, setidaknya Kerajaan Sriwijaya berhasil menjadi sebuah negara besar.
Menariknya ada sumber dari Cina yang juga menggambarkan bagaimana Sriwijaya membagi wilayahnya jadi dua yakni nama Lang-p'o-lu-ssu. Lang-p'olu-ssÅbiasanya dipahami sebagai transkripsi dari "Barus" di sebelah utara Sumatra. Tahun terbentuknya dua kerajaan ini tidak diketahui, tetapi agaknya tidak mungkin sesudah 742 M, tahun terakhir dituliskan bahwa Sriwijaya mengirim utusan ke Cina sebelum permulaan abad ke-10.
Oleh karena itu, wajar bila diyakini terdapat latarbelakang ekonomi di Asia Tenggara dan barangkali juga di tempat lain di Asia, yang selama berabad-abad telah memberi jalan bagi kejayaan Sriwijaya. Deskripsi sumber Kerajaan Sriwijaya diperjelas dengan adanya Prasasti Melayu Kuno yang dianggap penting.
Prasasti itu ditulis pada 682 - 686 M. Dinamika perkembangan di internal Sriwijaya juga terlihat dari beberapa prasasti lainnya seperti Prasasti Telaga Batu yang berisikan sumpah luar biasa dengan meminum air kutukan. Di Prasasti Telaga Batu itu juga digambarkan bagaimana daftar panjang tentang orang-orang yang berpotensi menjadi musuh atau mungkin musuh-musuh raja Sriwijaya yang sebenarnya.
Potensi musuh juga datang dari para pedagang yang dianggap berkhianat. Tapi bagaimana pun meski ada beberapa pihak yang bertolakbelakang dan bermusuhan dengan Sriwijaya, meski ada masalah politik itu tercatat pada prasasti - prasasti yang pada pertengahan abad ke-8, setidaknya Kerajaan Sriwijaya berhasil menjadi sebuah negara besar.
Menariknya ada sumber dari Cina yang juga menggambarkan bagaimana Sriwijaya membagi wilayahnya jadi dua yakni nama Lang-p'o-lu-ssu. Lang-p'olu-ssÅbiasanya dipahami sebagai transkripsi dari "Barus" di sebelah utara Sumatra. Tahun terbentuknya dua kerajaan ini tidak diketahui, tetapi agaknya tidak mungkin sesudah 742 M, tahun terakhir dituliskan bahwa Sriwijaya mengirim utusan ke Cina sebelum permulaan abad ke-10.
(cip)
Lihat Juga :