Pedagang Minta Pasar Tradisional Tidak Ditutup saat PSBB Total
Jum'at, 11 September 2020 - 16:07 WIB
loading...
Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) meminta aktivitas di pasar tradisional tidak ditutup saat penerapan PSBB total di DKI Jakarta. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) meminta aktivitas di pasar tradisional tidak ditutup saat penerapan PSBB total di DKI Jakarta. Sebab, penutupan pasar tradisional mengganggu kehidupan para pedagang yang sudah mengalami penurunan selama pandemi virus Corona.
"Kami juga mendapati bahwa ada penurunan omset pedagang sekitar 60-70% di DKI Jakarta. Jadi kami kami meminta kepada pemerintah (DKI Jakarta) untuk menjadikan pasar tradisional sebagai pondasi perekonomian, sehingga kita bisa menjaga agar pasar dan perekonomian terus tumbuh," kata Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan dalam keterangan tertulis, Jumat (10/9/2020).
Dia mendorong agar Pemprov DKI menyiapkan berbagai langkah agar para pedagang dapat berjualan secara aman dan nyaman. Dia tak mengharapkan adanya penerapan sistem zonasi di pasar, karena itu justru membuat ada penumpukan orang di sana.
"Kami mendorong kepada pemerintah daerah untuk memberikan stimulus kepada pedagang dalam menjaga pasar tradisional agar tetapa bertahan," ujarnya. (Baca juga; Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub DKI Janji Awasi Ketat Pasar Tradisional )
Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar Pemprov DKI melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di seluruh pasar tradisional. Termasuk menyediakan sekat plastik di setiap kios-kios untuk memberi jarak antara pedagang dan penjual.
"Kami juga mendapati bahwa ada penurunan omset pedagang sekitar 60-70% di DKI Jakarta. Jadi kami kami meminta kepada pemerintah (DKI Jakarta) untuk menjadikan pasar tradisional sebagai pondasi perekonomian, sehingga kita bisa menjaga agar pasar dan perekonomian terus tumbuh," kata Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan dalam keterangan tertulis, Jumat (10/9/2020).
Dia mendorong agar Pemprov DKI menyiapkan berbagai langkah agar para pedagang dapat berjualan secara aman dan nyaman. Dia tak mengharapkan adanya penerapan sistem zonasi di pasar, karena itu justru membuat ada penumpukan orang di sana.
"Kami mendorong kepada pemerintah daerah untuk memberikan stimulus kepada pedagang dalam menjaga pasar tradisional agar tetapa bertahan," ujarnya. (Baca juga; Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub DKI Janji Awasi Ketat Pasar Tradisional )
Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar Pemprov DKI melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di seluruh pasar tradisional. Termasuk menyediakan sekat plastik di setiap kios-kios untuk memberi jarak antara pedagang dan penjual.
Lihat Juga :