Tingkatkan Kualitas Anggota, PSHT Gelar Pelatihan Bagi Pelatih
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 23:41 WIB
loading...
Departemen Teknik Pencak Silat Beladiri Praktis Pengurus Pusat PSHT menggelar Training of Trainer (TOT). Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Departemen Teknik Pencak Silat Beladiri Praktis Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate ( PSHT ) menggelar Training of Trainer (TOT) di Gedung BLPT Yogyakarta. Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas anggota.
Ketua Umum PSHT Muhammad Taufiq menjelaskan kegiatan pelatihan ini merupakan langkah strategis pengurus pusat untuk meningkatkan kualitas anggota, khususnya para pelatih. "Pelatihan ini merupakan laku dari ajaran Setia Hati Terate dalam Pencak Silat, khususnya untuk meningkatkan kualitas pelatih," jelasnya, Sabtu (30/8/2025).
Pelatihan beladiri praktis ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membekali diri dengan keterampilan, disiplin, serta teknik beladiri yang mumpuni.
Baca juga: Kisah RM Imam Koesoepangat, dari Juara Adu Bebas hingga Jadi Legenda PSHT
Muhammad Taufiq juga mencanangkan Parapatan Luhur 2026 agar penataran pelatih bisa lebih digiatkan, sehingga dapat meningkatkan kualitas anggota dan organisasi.
"Setelah 5 tahun ke depan, TOT akan menjadi kegiatan utama PP dan Pengda setempat, agar kualitas pelatih saat memberikan materi untuk siswa bisa lebih baik,” katanya.
Kegiatan pelatihan tingkat Nasional ini digelar selama dua hari yakni Sabtu- Minggu, 30-31 Agustus 2025 dan melibatkan perwakilan peserta dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, dan Banten.
Baca juga: 4 Pesilat PSHT yang Disegani sebagai Petarung MMA
Kegiatan ini mendatangkan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) sekaligus sesepuh PSHT Jawa Tengah Kun Sri Wibowo sebagai pemateri. dr. Kun, sapaan akrabnya mengatakan, materi yang diberi ke peserta merupakan hasil pengembangan dari materi baku PSHT yaitu Senam Dasar, dan Jurus.
"Materi yang saya beri pada T.O.T ini adalah hasil pengembangan dari Senam Dasar dan Jurus yang telah kita peroleh , namun dengan tambahan gerak yang lebih taktis ." Jelasnya.
Tidak lupa dr. Kun juga mengajak seluruh warga PSHT untuk mengulas kembali gerakan Senam Dasar dan Jurus yang telah diperoleh, karena mempunyai banyak manfaat. "Masih banyak yang perlu diulas dari Senam Dasar, dan Jurus di PSHT, contohnya seperti beladiri praktis,” ucapnya.
Ketua Umum PSHT Muhammad Taufiq menjelaskan kegiatan pelatihan ini merupakan langkah strategis pengurus pusat untuk meningkatkan kualitas anggota, khususnya para pelatih. "Pelatihan ini merupakan laku dari ajaran Setia Hati Terate dalam Pencak Silat, khususnya untuk meningkatkan kualitas pelatih," jelasnya, Sabtu (30/8/2025).
Pelatihan beladiri praktis ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membekali diri dengan keterampilan, disiplin, serta teknik beladiri yang mumpuni.
Baca juga: Kisah RM Imam Koesoepangat, dari Juara Adu Bebas hingga Jadi Legenda PSHT
Muhammad Taufiq juga mencanangkan Parapatan Luhur 2026 agar penataran pelatih bisa lebih digiatkan, sehingga dapat meningkatkan kualitas anggota dan organisasi.
"Setelah 5 tahun ke depan, TOT akan menjadi kegiatan utama PP dan Pengda setempat, agar kualitas pelatih saat memberikan materi untuk siswa bisa lebih baik,” katanya.
Kegiatan pelatihan tingkat Nasional ini digelar selama dua hari yakni Sabtu- Minggu, 30-31 Agustus 2025 dan melibatkan perwakilan peserta dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, dan Banten.
Baca juga: 4 Pesilat PSHT yang Disegani sebagai Petarung MMA
Kegiatan ini mendatangkan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) sekaligus sesepuh PSHT Jawa Tengah Kun Sri Wibowo sebagai pemateri. dr. Kun, sapaan akrabnya mengatakan, materi yang diberi ke peserta merupakan hasil pengembangan dari materi baku PSHT yaitu Senam Dasar, dan Jurus.
"Materi yang saya beri pada T.O.T ini adalah hasil pengembangan dari Senam Dasar dan Jurus yang telah kita peroleh , namun dengan tambahan gerak yang lebih taktis ." Jelasnya.
Tidak lupa dr. Kun juga mengajak seluruh warga PSHT untuk mengulas kembali gerakan Senam Dasar dan Jurus yang telah diperoleh, karena mempunyai banyak manfaat. "Masih banyak yang perlu diulas dari Senam Dasar, dan Jurus di PSHT, contohnya seperti beladiri praktis,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :