Situasi Terkini Jakarta, Kobaran Api Terlihat di Jalan Jenderal Sudirman
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 06:27 WIB
loading...
Kobaran api masih terlihat di tengah Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Halte Transjakarta Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Selatan, Sabtu pagi (30/8/2025). Foto/Dinar
A
A
A
JAKARTA - Sisa amuk massa di Jakarta masih terlihat hingga Sabtu (30/8/2025) pagi. Kobaran api masih terlihat di tengah Jalan Jenderal Sudirman , tepat di depan Halte Transjakarta Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Selatan.
Peristiwa ini merupakan sisa demo sejak dini hari, yang sempat melumpuhkan jalanan Simpang Susun Semanggi. Pantauan SindoNews di lokasi hingga pukul 05.23 WIB api belum sepenuhnya padam.
Kepulan asap pekat dari kobaran api menutupi sebagian ruas jalan, menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah orang juga terlihat berjaga di dekat halte
Kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di jalur utama menuju Simpang Susun Semanggi harus memperlambat laju.
Beberapa orang berseragam ojek online (ojol) tampak berada di sekitar lokasi kejadian. Mereka berdiri di dekat jalan yang terbakar. Sementara, pengendara lain memilih menepi untuk menghindari asap.
Halte Benhil ikut menjadi sasaran vandalisme. Dinding halte penuh coretan pascakericuhan, menambah kesan rusuh di kawasan bisnis yang biasanya ramai saat hari kerja itu.
Pengendara motor tampak berusaha mencari celah di antara kepulan asap, sementara mobil hanya bisa bergerak pelan karena sebagian ruas jalan tertutup api dan kerumunan.
Baca Juga: Prabowo Melayat ke Rumah Duka Affan Kurniawan
Situasi di sekitar lokasi masih dipenuhi bau asap menyengat. Beberapa pejalan kaki terlihat menutup hidung dan mulut dengan masker maupun kain seadanya saat melintas.
Sebelumnya, aksi massa di Jakarta pada Jumat (29/8/2025) malam terus berlanjut. Massa membakar sejumlah fasilitas umum di beberapa titik, mulai dari pos polisi, halte Transjakarta, hingga gerbang tol Pejompongan.
Kericuhan pertama pecah di kawasan Slipi Palmerah, Jakarta Barat, ketika massa membakar pos polisi lalu lintas. Tidak hanya itu, pembatas jalan juga ikut menjadi sasaran amuk massa.
Aksi tersebut dipicu kekecewaan terhadap kenaikan gaji anggota DPR serta insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online akibat ditabrak mobil Brimob. Meski terjadi pembakaran, arus lalu lintas di lokasi masih dapat dilalui kendaraan.
Sementara itu, di Jakarta Selatan, halte Transjakarta yang berada tepat di depan gedung Polda Metro Jaya turut dibakar massa. Kobaran api membesar dan melahap seluruh bangunan halte, sementara kepulan asap hitam membumbung tinggi di udara. Mobil water canon milik kepolisian dikerahkan untuk memadamkan api yang kian membara.
Tidak hanya halte, lift JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) di Jalan Jenderal Sudirman juga dirusak dan dibakar. Massa menggunakan bambu untuk merusak fasilitas tersebut.
Upaya imbauan aparat agar demonstran membubarkan diri tidak diindahkan, bahkan sejumlah peserta aksi melemparkan petasan ke arah Polda Metro Jaya dan dibalas dengan tembakan gas air mata.
Sementara itu, Gerbang Tol Pejompongan, Tanah Abang, dibakar massa hingga menimbulkan kobaran api besar di ruas Tol Dalam Kota, tepatnya di Jalan Gatot Subroto. Banyaknya material mudah terbakar membuat api cepat melumat seluruh bangunan gerbang tol tersebut.
Amuk massa di kawasan sekitar Gedung DPR dan Markas Polda Metro Jaya yang tidak terkendali membuat kerusuhan semakin meluas. Aksi massa berlangsung hingga larut malam, dengan sebagian kelompok masih bertahan di sekitar lokasi.
Peristiwa ini merupakan sisa demo sejak dini hari, yang sempat melumpuhkan jalanan Simpang Susun Semanggi. Pantauan SindoNews di lokasi hingga pukul 05.23 WIB api belum sepenuhnya padam.
Kepulan asap pekat dari kobaran api menutupi sebagian ruas jalan, menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah orang juga terlihat berjaga di dekat halte
Kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di jalur utama menuju Simpang Susun Semanggi harus memperlambat laju.
Beberapa orang berseragam ojek online (ojol) tampak berada di sekitar lokasi kejadian. Mereka berdiri di dekat jalan yang terbakar. Sementara, pengendara lain memilih menepi untuk menghindari asap.
Halte Benhil ikut menjadi sasaran vandalisme. Dinding halte penuh coretan pascakericuhan, menambah kesan rusuh di kawasan bisnis yang biasanya ramai saat hari kerja itu.
Pengendara motor tampak berusaha mencari celah di antara kepulan asap, sementara mobil hanya bisa bergerak pelan karena sebagian ruas jalan tertutup api dan kerumunan.
Baca Juga: Prabowo Melayat ke Rumah Duka Affan Kurniawan
Situasi di sekitar lokasi masih dipenuhi bau asap menyengat. Beberapa pejalan kaki terlihat menutup hidung dan mulut dengan masker maupun kain seadanya saat melintas.
Sebelumnya, aksi massa di Jakarta pada Jumat (29/8/2025) malam terus berlanjut. Massa membakar sejumlah fasilitas umum di beberapa titik, mulai dari pos polisi, halte Transjakarta, hingga gerbang tol Pejompongan.
Kericuhan pertama pecah di kawasan Slipi Palmerah, Jakarta Barat, ketika massa membakar pos polisi lalu lintas. Tidak hanya itu, pembatas jalan juga ikut menjadi sasaran amuk massa.
Aksi tersebut dipicu kekecewaan terhadap kenaikan gaji anggota DPR serta insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online akibat ditabrak mobil Brimob. Meski terjadi pembakaran, arus lalu lintas di lokasi masih dapat dilalui kendaraan.
Sementara itu, di Jakarta Selatan, halte Transjakarta yang berada tepat di depan gedung Polda Metro Jaya turut dibakar massa. Kobaran api membesar dan melahap seluruh bangunan halte, sementara kepulan asap hitam membumbung tinggi di udara. Mobil water canon milik kepolisian dikerahkan untuk memadamkan api yang kian membara.
Tidak hanya halte, lift JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) di Jalan Jenderal Sudirman juga dirusak dan dibakar. Massa menggunakan bambu untuk merusak fasilitas tersebut.
Upaya imbauan aparat agar demonstran membubarkan diri tidak diindahkan, bahkan sejumlah peserta aksi melemparkan petasan ke arah Polda Metro Jaya dan dibalas dengan tembakan gas air mata.
Sementara itu, Gerbang Tol Pejompongan, Tanah Abang, dibakar massa hingga menimbulkan kobaran api besar di ruas Tol Dalam Kota, tepatnya di Jalan Gatot Subroto. Banyaknya material mudah terbakar membuat api cepat melumat seluruh bangunan gerbang tol tersebut.
Amuk massa di kawasan sekitar Gedung DPR dan Markas Polda Metro Jaya yang tidak terkendali membuat kerusuhan semakin meluas. Aksi massa berlangsung hingga larut malam, dengan sebagian kelompok masih bertahan di sekitar lokasi.
(zik)
Lihat Juga :