Polisi Tangkap Tim Penguntit Kacab Bank yang Diculik dan Dibunuh
Rabu, 27 Agustus 2025 - 19:53 WIB
loading...
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan penangkapan tersangka RS, salah satu pelaku penculikan dan pembunuhan terhadap MIP, Kacab Bank di Jakarta. Foto/Danandaya Arya Putra
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya telah menangkap RS, salah satu pelaku terkait kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang pembantu (KCP) bank di Jakarta, MIP. Tersangka RS ditangkap di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (24/8/2025).
"Pada hari Minggu tanggal 24 Agustus 2025, sekitar pukul 02.15 WIB, tim berhasil menangkap RS yang selanjutnya dibawa ke Polda Metro Jaya. Dilakukan pemeriksaan secara mendalam oleh Subdit JatanRas, Subdit Reskrimum, Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat konferensi persnya, Rabu (27/8/2025).
Baca juga: Polisi Sebut Ada 4 Klaster Kasus Tewasnya Kacab Bank, Membuntuti hingga Menganiaya
Dia menjelaskan RS berperan menyediakan tim yang ditugaskan memantau keseharian korban MIP. Selain itu pelaku juga menyediakan tim yang bertanggung jawab berkaitan dengan Information Technology (IT).
"Berdasarkan hasil pendalaman yang dilakukan oleh tim, maka saudara RS ini berperan menyediakan tim pantau, yang mengikuti kegiatan korban dan juga menyediakan tim IT," kata Ade Ary.
Sebelumnya, sebanyak 15 orang telah ditangkap terkait kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang pembantu (KCP) bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, berinisial MIP (37). Kini, para pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka 15 orang,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim kepada wartawan, Rabu (27/8/2025).
Baca juga: Dalang Pembunuhan Kepala Cabang Bank Pernah Divonis 2 Tahun di Kasus Pemalsuan Ijazah
Dia menjelaskan, para tersangka terbagi menjadi empat klaster. Mulai dari aktor intelektual sampai menganiaya korban hingga tewas.
“Klaster aktor intelektual, klaster yang membuntuti, klaster yang menculik, klaster penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan membuang korban," ujar dia.
Semua tersangka kini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Meski begitu, polisi belum merinci identitas seluruhnya.
Sejauh ini identitas yang diketahui adalah pengusaha bimbingan belajar online Dwi Hartono (DH), YJ, AA dan C. Mereka adalah aktor intelektual.
Lalu ada AT, RS, RAH, dan RW alias Eras. Mereka merupakan pelaku penculikan.
Sebelumnya, MIP ditemukan tewas diduga dibunuh. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diduga diculik terlebih dahulu.
Jasad korban ditemukan pada 21 Agustus 2025. Tubuhnya berada di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Saat ditemukan, jasadnya dalam kondisi tragis dengan tangan dan kaki terikat, serta mata dilakban.
"Pada hari Minggu tanggal 24 Agustus 2025, sekitar pukul 02.15 WIB, tim berhasil menangkap RS yang selanjutnya dibawa ke Polda Metro Jaya. Dilakukan pemeriksaan secara mendalam oleh Subdit JatanRas, Subdit Reskrimum, Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat konferensi persnya, Rabu (27/8/2025).
Baca juga: Polisi Sebut Ada 4 Klaster Kasus Tewasnya Kacab Bank, Membuntuti hingga Menganiaya
Dia menjelaskan RS berperan menyediakan tim yang ditugaskan memantau keseharian korban MIP. Selain itu pelaku juga menyediakan tim yang bertanggung jawab berkaitan dengan Information Technology (IT).
"Berdasarkan hasil pendalaman yang dilakukan oleh tim, maka saudara RS ini berperan menyediakan tim pantau, yang mengikuti kegiatan korban dan juga menyediakan tim IT," kata Ade Ary.
Sebelumnya, sebanyak 15 orang telah ditangkap terkait kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang pembantu (KCP) bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, berinisial MIP (37). Kini, para pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka 15 orang,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim kepada wartawan, Rabu (27/8/2025).
Baca juga: Dalang Pembunuhan Kepala Cabang Bank Pernah Divonis 2 Tahun di Kasus Pemalsuan Ijazah
Dia menjelaskan, para tersangka terbagi menjadi empat klaster. Mulai dari aktor intelektual sampai menganiaya korban hingga tewas.
“Klaster aktor intelektual, klaster yang membuntuti, klaster yang menculik, klaster penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan membuang korban," ujar dia.
Semua tersangka kini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Meski begitu, polisi belum merinci identitas seluruhnya.
Sejauh ini identitas yang diketahui adalah pengusaha bimbingan belajar online Dwi Hartono (DH), YJ, AA dan C. Mereka adalah aktor intelektual.
Lalu ada AT, RS, RAH, dan RW alias Eras. Mereka merupakan pelaku penculikan.
Sebelumnya, MIP ditemukan tewas diduga dibunuh. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diduga diculik terlebih dahulu.
Jasad korban ditemukan pada 21 Agustus 2025. Tubuhnya berada di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Saat ditemukan, jasadnya dalam kondisi tragis dengan tangan dan kaki terikat, serta mata dilakban.
(shf)
Lihat Juga :