Ruang Perawatan Penuh, Pasien Suspect COVID-19 RSU Tangsel Meninggal Dalam Tenda Darurat
Jum'at, 11 September 2020 - 11:34 WIB
loading...
Seorang pasien bernama Elih (47) meninggal dunia dalam tenda darurat yang dibangun di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Foto/Okezone/Hambali
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Seorang pasien bernama Elih (47) meninggal dunia dalam tenda darurat yang dibangun di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Elih sudah dua hari dirawat di tenda darurat karena kamar perawatan yang tersedia di RSU Kota Tangsel penuh terisi.
Pihak keluarga mengaku sudah ikhlas, meskipun tetap terlihat menyesalkan minimnya tindakan darurat yang diambil pihak medis. Elih mengalami keluhan nyeri di bagian dada dan dibawa ke IGD RSU Tangsel pada Selasa 8 September 2020 dini hari dengan kondisi dipapah.
Suaminya, Edi Mulyadi (51), menceritakan pada Senin 7 September 2020 istrinya mengeluh sakit di bagian dada. Lantas Elih dibawa ke klinik dekat rumahnya, Kampung Cilalung, RT05 RW05, Jombang, Ciputat.
Karena peralatan terbatas, Elih kemudian diminta langsung menjalani perawatan di Puskesmas Jombang. Setibanya di Puskesmas, petugas medis memberikannya sejumlah obat, namun dengan catatan jika belum sembuh harus dibawa ke rumah sakit terdekat.
"Sampai pada malam harinya, istri saya masih sakit nyeri. Akhirnya karena sesuai anjuran di Puskesmas, langsung saya bawa ke Rumah Sakit IMC Bintaro, tapi di sana penuh semua kamar. Terus saya pindah lagi ke Rumah Sakit Buah Hati Ciputat, sempat dicek medis di sana," tutur Edi kepada wartawan, Jumat (11/9/2020).
Pihak keluarga mengaku sudah ikhlas, meskipun tetap terlihat menyesalkan minimnya tindakan darurat yang diambil pihak medis. Elih mengalami keluhan nyeri di bagian dada dan dibawa ke IGD RSU Tangsel pada Selasa 8 September 2020 dini hari dengan kondisi dipapah.
Suaminya, Edi Mulyadi (51), menceritakan pada Senin 7 September 2020 istrinya mengeluh sakit di bagian dada. Lantas Elih dibawa ke klinik dekat rumahnya, Kampung Cilalung, RT05 RW05, Jombang, Ciputat.
Karena peralatan terbatas, Elih kemudian diminta langsung menjalani perawatan di Puskesmas Jombang. Setibanya di Puskesmas, petugas medis memberikannya sejumlah obat, namun dengan catatan jika belum sembuh harus dibawa ke rumah sakit terdekat.
"Sampai pada malam harinya, istri saya masih sakit nyeri. Akhirnya karena sesuai anjuran di Puskesmas, langsung saya bawa ke Rumah Sakit IMC Bintaro, tapi di sana penuh semua kamar. Terus saya pindah lagi ke Rumah Sakit Buah Hati Ciputat, sempat dicek medis di sana," tutur Edi kepada wartawan, Jumat (11/9/2020).
Lihat Juga :