Perbaikan Bendungan hingga Air Bersih, Warga Manggarai Barat Titipkan Asa ke Legislator Partai Perindo Hasanudin
Selasa, 26 Agustus 2025 - 20:19 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengungkapkan, kerusakan bronjong di Bendungan Wae Cebong sepanjang 200 meter di Desa Compang Longgo menimbulkan kekhawatiran gagal tanam. Sawah Walang, lahan yang menjadi tumpuan hidup warga, terancam tidak bisa digarap jika perbaikan tidak segera dilakukan.
Oleh karena itu, warga meminta agar perbaikan bendungan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. "Ini usulan prioritas dari masyarakat agar menjadi prioritas utama atau P1," tegas Ketua DPD Partai Perindo Manggarai Barat ini.
Baca juga: Pacu Produktivitas Penenun Sikka NTT, Legislator Partai Perindo Marthen Luther Adji Salurkan Bantuan Benang
Sementara di Desa Pantar, persoalan berbeda muncul. Meski memiliki sumber air berdebit besar, warga kesulitan mendapat aliran yang merata akibat manajemen distribusi yang belum tertib. Ketidakteraturan itu menimbulkan rasa tidak nyaman di masyarakat, karena sebagian rumah tidak mendapatkan aliran air. "Karena tidak tertib, kadang ada yang dapat air, sebelah sana tidak dapat air," terangnya.
Warga pun mengusulkan agar pengelolaan diserahkan kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Dengan sistem yang lebih profesional, termasuk pemasangan meteran di setiap rumah, mereka berharap distribusi air bisa lebih teratur dan adil.
Oleh karena itu, warga meminta agar perbaikan bendungan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. "Ini usulan prioritas dari masyarakat agar menjadi prioritas utama atau P1," tegas Ketua DPD Partai Perindo Manggarai Barat ini.
Baca juga: Pacu Produktivitas Penenun Sikka NTT, Legislator Partai Perindo Marthen Luther Adji Salurkan Bantuan Benang
Sementara di Desa Pantar, persoalan berbeda muncul. Meski memiliki sumber air berdebit besar, warga kesulitan mendapat aliran yang merata akibat manajemen distribusi yang belum tertib. Ketidakteraturan itu menimbulkan rasa tidak nyaman di masyarakat, karena sebagian rumah tidak mendapatkan aliran air. "Karena tidak tertib, kadang ada yang dapat air, sebelah sana tidak dapat air," terangnya.
Warga pun mengusulkan agar pengelolaan diserahkan kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Dengan sistem yang lebih profesional, termasuk pemasangan meteran di setiap rumah, mereka berharap distribusi air bisa lebih teratur dan adil.
Lihat Juga :