Untan Lepas Tim Survei Orang Utan ke Areal Hutan Mayawana Persada di Kalbar
Selasa, 26 Agustus 2025 - 18:41 WIB
loading...
Untan melepas tim survei yang akan melakukan penelitian di hutan wilayah kerja Mayawana Persada di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Universitas Tanjungpura (Untan) melepas tim survei yang akan melakukan penelitian di hutan wilayah kerja Mayawana Persada di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar). Upacara pelepasan berlangsung di Kampus Fakultas Kehutanan Untan, pada Senin (25/8/2025).
Dekan Fakultas Kehutanan Untan, Farah Diba saat melepas tim survei menjelaskan, survei yang akan dilakukan meliputi tiga topik yaitu soal HCV (high carbon value), HCS (high carbon stock) dan monitor serta evaluasi orang utan.
Baca juga: 3 Jenis Orangutan yang Ada di Indonesia, Semuanya Terancam Punah!
Pelepasan tim survei itu dihadiri Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Murlan Dameria Pane yang menyambut baik program kerja sama ini.
“Kita perlu tahu sebaran orang utan yang bermukim di areal konservasi Mayawana Persada. Karena orang utan sebagai isu seksi di dunia perlu mendapat perhatian kita semua,” kata Murlan.
Dia menjelaskan, melalui program kerjasama ini akan terekam juga penghuni hutan selain orang utan. “Kami sangat berharap dari data yang didapat nanti, bisa disusun strategi perlindungan dan pelestarian orang utan dan flora fauna lain yang hidup di alam hutan Kalbar,” katanya.
Baca juga: Habitat Orangutan di Indonesia: Sumatera vs Kalimantan, Mana yang Lebih Luas?
Sementara itu, Farah Diba menekankan pentingnya data tentang orang utan karena Kalbar belum memiliki data menyeluruh. “Jadi survei yang kita lakukan ini sangat penting dan strategis,” kata Farah Diba.
Sebelumnya, selama tiga hari (21-23 Agustus), Guru Besar Fakultas Kehutanan Untan, Prof Gusti Hardiansyah mengunjungi Pusat Pembibitan Mayawana Persada (Mayawana Central Nursery-MCN) di Simpang Hulu, Ketapang, Kalimantan Barat.
Di areal pembibitan, Prof. Gusti didampingi Hairil Anwar dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalimantan Barat mendapat penjelasan oleh Manager MCN PT Mayawana Persada, Dadang Damas.
Setelah dari nursery, mereka melihat Foresty Learning Academy (FLA) pusat pelatihan di estate Pundi, melihat instalassi air bersih yang hasilnya bisa langsung diminum.
Selain itu tim mengunjungi transek orang utan yang menjadi salah satu titik pengamatan tim Untan. “Ini sangat luar biasa. Tetap semangat membangun pengelolaan fiber business HTI yang lestari,” kata Prof. Gusti.
Dekan Fakultas Kehutanan Untan, Farah Diba saat melepas tim survei menjelaskan, survei yang akan dilakukan meliputi tiga topik yaitu soal HCV (high carbon value), HCS (high carbon stock) dan monitor serta evaluasi orang utan.
Baca juga: 3 Jenis Orangutan yang Ada di Indonesia, Semuanya Terancam Punah!
Pelepasan tim survei itu dihadiri Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Murlan Dameria Pane yang menyambut baik program kerja sama ini.
“Kita perlu tahu sebaran orang utan yang bermukim di areal konservasi Mayawana Persada. Karena orang utan sebagai isu seksi di dunia perlu mendapat perhatian kita semua,” kata Murlan.
Dia menjelaskan, melalui program kerjasama ini akan terekam juga penghuni hutan selain orang utan. “Kami sangat berharap dari data yang didapat nanti, bisa disusun strategi perlindungan dan pelestarian orang utan dan flora fauna lain yang hidup di alam hutan Kalbar,” katanya.
Baca juga: Habitat Orangutan di Indonesia: Sumatera vs Kalimantan, Mana yang Lebih Luas?
Sementara itu, Farah Diba menekankan pentingnya data tentang orang utan karena Kalbar belum memiliki data menyeluruh. “Jadi survei yang kita lakukan ini sangat penting dan strategis,” kata Farah Diba.
Sebelumnya, selama tiga hari (21-23 Agustus), Guru Besar Fakultas Kehutanan Untan, Prof Gusti Hardiansyah mengunjungi Pusat Pembibitan Mayawana Persada (Mayawana Central Nursery-MCN) di Simpang Hulu, Ketapang, Kalimantan Barat.
Di areal pembibitan, Prof. Gusti didampingi Hairil Anwar dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalimantan Barat mendapat penjelasan oleh Manager MCN PT Mayawana Persada, Dadang Damas.
Setelah dari nursery, mereka melihat Foresty Learning Academy (FLA) pusat pelatihan di estate Pundi, melihat instalassi air bersih yang hasilnya bisa langsung diminum.
Selain itu tim mengunjungi transek orang utan yang menjadi salah satu titik pengamatan tim Untan. “Ini sangat luar biasa. Tetap semangat membangun pengelolaan fiber business HTI yang lestari,” kata Prof. Gusti.
(shf)
Lihat Juga :