Tantangan Kesehatan kian Kompleks, GoApotik Ajak Masyarakat Gaya Hidup Sehat
Selasa, 26 Agustus 2025 - 05:59 WIB
loading...
A
A
A
Direktur GoApotik, Ruth Retno Dewi mengatakan GoApotik telah menjadi pionir agregator epharmacy di Indonesia. Memberikan akses mudah terhadap obat-obatan dan pelayanan farmasi digital, serta memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak untuk menciptakan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan.
“Mau sehat tanpa batas? GoApotik solusi cerdas! Saat ini, GoApotik telah bekerja sama dengan lebih dari 7.000 apotek, hadir di lebih dari 200 kota di Indonesia, serta menyediakan lebih dari 50.000 produk kesehatan, seperti obat-obatan, obat resep, vitamin, suplemen, obat herbal, dan alat kesehatan,” ujarnya. Baca juga: Gelar RUPST, Medela Potentia Bagikan Dividen Rp137,4 Miliar
Sementara itu menurut data International Diabetes Foundation (IDF) pada tahun 2024, prevalensi penderita diabetes pada orang dewasa Indonesia sebesar 11,3%. Sementara itu menurut Kementerian Kesehatan, prevalensi hipertensi penduduk dewasa sebesar 30,8%, kolesterol 11,7%.
Gaya hidup serba cepat, pola makan yang tidak seimbang, menjadi faktor yang memperburuk kondisi ini. Untuk itu, edukasi berkelanjutan, kemudahan akses obat-obatan, serta dukungan layanan kesehatan digital yang aman, lengkap, dan terpercaya menjadi kunci dalam membantu masyarakat menjaga kesehatan mereka sejak dini.
“Mau sehat tanpa batas? GoApotik solusi cerdas! Saat ini, GoApotik telah bekerja sama dengan lebih dari 7.000 apotek, hadir di lebih dari 200 kota di Indonesia, serta menyediakan lebih dari 50.000 produk kesehatan, seperti obat-obatan, obat resep, vitamin, suplemen, obat herbal, dan alat kesehatan,” ujarnya. Baca juga: Gelar RUPST, Medela Potentia Bagikan Dividen Rp137,4 Miliar
Sementara itu menurut data International Diabetes Foundation (IDF) pada tahun 2024, prevalensi penderita diabetes pada orang dewasa Indonesia sebesar 11,3%. Sementara itu menurut Kementerian Kesehatan, prevalensi hipertensi penduduk dewasa sebesar 30,8%, kolesterol 11,7%.
Gaya hidup serba cepat, pola makan yang tidak seimbang, menjadi faktor yang memperburuk kondisi ini. Untuk itu, edukasi berkelanjutan, kemudahan akses obat-obatan, serta dukungan layanan kesehatan digital yang aman, lengkap, dan terpercaya menjadi kunci dalam membantu masyarakat menjaga kesehatan mereka sejak dini.
(poe)
Lihat Juga :