Tim PPM Universitas Pasundan Terapkan Green Economy di Kelurahan Cimincrang
Senin, 25 Agustus 2025 - 17:04 WIB
loading...
Tim PPM Unpas menyelesaikan PPM di Kelurahan Cimincrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat. Foto/SindoNews
A
A
A
BANDUNG - Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Universitas Pasundan (Unpas) menyelesaikan PPM di Kelurahan Cimincrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat. Dalam kegiatannya, Tim PPM Unpas berhasil menerapkan green economy pada masyarakat.
Penutupan kegiatan PPM Unpas ditutup langsung oleh Lurah Cimincrang, Rakha Dhifan Lutfhi Febriansyah. Dalam kesempatan itu, dia mengucapkan terima kasih kepada Tim PPM dari Universitas Pasundan, pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, dan partisipasi aktif kader PKK serta UMKM setempat.
Ketua Tim PPM Universitas Pasundan Ellen Rusliati mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kontribusi positif pada waste management dan penerapan green economy oleh UMKM.
Baca juga: FISIP Unpas Perkuat Kolaborasi Global Lewat Seminar Internasional
Ellen menjelaskan kegiatan yang dimulai sejak 13 Juni 2025 ini telah berhasil meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku UMKM untuk memilah sampah organik dan anorganik, serta berkontribusi pada penerapan green economy.
“Jadi, sampah organik diangkut oleh petugas kelurahan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat untuk dijadikan pakan maggot. Pengembangan rumah maggot juga dilakukan agar mampu menghasilkan pendapatan guna keberlanjutannya sejalan dengan peningkatan kesadaran memilah sampah,” kata Ellen di Bandung, Senin (25/8/2025).
Baca juga: Tim PKM Unpas Siap Optimalkan Rumah Magot di Kelurahan Mengger
Kegiatan pendampingan masih akan dilakukan sampai dengan Oktober 2025 sebagai upaya pemeliharaan guna mencegah kembalinya ke perilaku awal.
Pendekatan yang dilakukaan adalah environmental reevaluation yang meliputi, prakontemplasi, kontemplasi, persiapan, tindakan, dan pemeliharaan. Instrumen kebijakan yang dilakukan antara lain hadiah, ceramah, dan motivasi. Hadiah diberikan kepada 6 pengusaha UMKM yang memiliki pemahaman paling baik dan mampu mengedukasi masyarakat sekitar.
Selanjutnya Kelurahan Cimincrang memiliki 16 kader PKK dan 21 pengusaha UMKM yang bersedia sebagai angota Tim Ramah Lingkungan, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dan mendukung penerapan ekonomi yang ramah lingkungan.
“Poin yang masih menjadi pusat perhatian antara lain memilah sampah adalah pekerjaan mudah, membawa tas belanja sendiri ketika belanja, dan berperan mengedukasi orang lain,” jelasnya.
Penutupan kegiatan PPM Unpas ditutup langsung oleh Lurah Cimincrang, Rakha Dhifan Lutfhi Febriansyah. Dalam kesempatan itu, dia mengucapkan terima kasih kepada Tim PPM dari Universitas Pasundan, pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, dan partisipasi aktif kader PKK serta UMKM setempat.
Ketua Tim PPM Universitas Pasundan Ellen Rusliati mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kontribusi positif pada waste management dan penerapan green economy oleh UMKM.
Baca juga: FISIP Unpas Perkuat Kolaborasi Global Lewat Seminar Internasional
Ellen menjelaskan kegiatan yang dimulai sejak 13 Juni 2025 ini telah berhasil meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku UMKM untuk memilah sampah organik dan anorganik, serta berkontribusi pada penerapan green economy.
“Jadi, sampah organik diangkut oleh petugas kelurahan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat untuk dijadikan pakan maggot. Pengembangan rumah maggot juga dilakukan agar mampu menghasilkan pendapatan guna keberlanjutannya sejalan dengan peningkatan kesadaran memilah sampah,” kata Ellen di Bandung, Senin (25/8/2025).
Baca juga: Tim PKM Unpas Siap Optimalkan Rumah Magot di Kelurahan Mengger
Kegiatan pendampingan masih akan dilakukan sampai dengan Oktober 2025 sebagai upaya pemeliharaan guna mencegah kembalinya ke perilaku awal.
Pendekatan yang dilakukaan adalah environmental reevaluation yang meliputi, prakontemplasi, kontemplasi, persiapan, tindakan, dan pemeliharaan. Instrumen kebijakan yang dilakukan antara lain hadiah, ceramah, dan motivasi. Hadiah diberikan kepada 6 pengusaha UMKM yang memiliki pemahaman paling baik dan mampu mengedukasi masyarakat sekitar.
Selanjutnya Kelurahan Cimincrang memiliki 16 kader PKK dan 21 pengusaha UMKM yang bersedia sebagai angota Tim Ramah Lingkungan, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dan mendukung penerapan ekonomi yang ramah lingkungan.
“Poin yang masih menjadi pusat perhatian antara lain memilah sampah adalah pekerjaan mudah, membawa tas belanja sendiri ketika belanja, dan berperan mengedukasi orang lain,” jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :