Riwayat Ibu Kota Kerajaan Majapahit Hancur Akibat Pergolakan Internal
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 06:21 WIB
loading...
A
A
A
Alhasil ini dimanfaatkan Bhre Kertabhumi untuk menduduki posisi singgasana kekuasaan Raja Majapahit. Bhre Kertabhumi naik sebagai Raja Majapahit terakhir yang berpusat di ibu kota Majakerta. Dia berhasil mengendalikan dan memimpin Majapahit sejak 1474 hingga 1478 Masehi.
Tak berselang lama, Girindrawardhana Dyah Ranawijaya, Raja Majapahit yang beribu kota di Dhaha yang merupakan putra Dyah Suprabhawa, Raja Majapahit ke-10 melakukan penyerangan ke Majakerta.
Konon, ibu kota Majakerta berhasil dikuasai Girindrawardhana Dyah Ranawijaya, bahkan ibu kotanya berhasil dibakar dan dibumihanguskan.
Bhre Kertabhumi yang saat itu menjabat Raja Majapahit di Majakerta menjadi korban. Dia dilengserkan paksa dan dibunuh Ranawijaya, Raja Majapahit yang bergelar Sri Wilwatika Jenggala Kadiri. Hasilnya eksistensi Majapahit sebagai kerajaan yang pernah berjaya di Nusantara berakhir tragis.
Berikutnya, kekuasaan Girindrawardhana Dyah Ranawijaya yang menguasai Majapahit pun akhirnya berhasil dikalahkan oleh pasukan Kesultanan Demak di bawah pimpinan Sultan Trenggono tahun 1527. Pada saat itulah sejarah Kerajaan Majapahit yang pernah berjaya semasa pemerintahan Hayam Wuruk tamat.
Tak berselang lama, Girindrawardhana Dyah Ranawijaya, Raja Majapahit yang beribu kota di Dhaha yang merupakan putra Dyah Suprabhawa, Raja Majapahit ke-10 melakukan penyerangan ke Majakerta.
Konon, ibu kota Majakerta berhasil dikuasai Girindrawardhana Dyah Ranawijaya, bahkan ibu kotanya berhasil dibakar dan dibumihanguskan.
Bhre Kertabhumi yang saat itu menjabat Raja Majapahit di Majakerta menjadi korban. Dia dilengserkan paksa dan dibunuh Ranawijaya, Raja Majapahit yang bergelar Sri Wilwatika Jenggala Kadiri. Hasilnya eksistensi Majapahit sebagai kerajaan yang pernah berjaya di Nusantara berakhir tragis.
Berikutnya, kekuasaan Girindrawardhana Dyah Ranawijaya yang menguasai Majapahit pun akhirnya berhasil dikalahkan oleh pasukan Kesultanan Demak di bawah pimpinan Sultan Trenggono tahun 1527. Pada saat itulah sejarah Kerajaan Majapahit yang pernah berjaya semasa pemerintahan Hayam Wuruk tamat.
(jon)
Lihat Juga :