SGU Latih Pengusaha Mikro Berkualitas di Tangerang
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 13:47 WIB
loading...
Menyambut hari UMKM Nasional, Swiss German University (SGU) menggelar pelatihan demi menciptakan pengusaha mikro berkualitas di Kampus SGU, The Prominence Tower, Alam Sutera, Tangerang, Jumat (15/8/2025). Foto: Ist
A
A
A
TANGERANG - Menyambut hari UMKM Nasional, Swiss German University (SGU) menggelar pelatihan demi menciptakan pengusaha mikro berkualitas. Kegiatan bertema “Hobi Menjadi Cuan, Bisnis Jadi Mapan” digelar di Kampus SGU, The Prominence Tower, Alam Sutera, Tangerang, Jumat (15/8/2025).
Rektor SGU Assoc Prof Dr Samuel P Kusumocahyo mengatakan, pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membantu UMKM bertransformasi di era digital. “Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam pemberdayaan UMKM, bukan hanya melalui transfer pengetahuan, tetapi juga pendampingan langsung di lapangan,” ujarnya.
Baca juga: Era Transformasi Digital, SGU Luncurkan Program S1 DCM
Seperti diketahui UMKM saat ini menyumbang sekitar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja nasional.
Melihat kondisi demikian, Samuel menilai UMKM menjadi tulang punggung perekonomian, tantangan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pasar digital diperlukan melalui peran strategis melalui pelatihan, pendampingan, dan inovasi berbasis riset.
Karenanya, pelatihan literasi keuangan, strategi branding digital, dan berbagi pengalaman dari pelaku usaha mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus memperluas akses mereka ke ekosistem ekonomi digital inklusif.
“Melalui pelatihan literasi keuangan dan branding digital, kami ingin membantu UMKM lebih siap bersaing, meningkatkan efisiensi, dan memperluas pasar di era ekonomi digital,” ucapnya.
Bila kegiatan ini menjadi bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai Kemendikbud-Ristek 2025, dengan sasaran UMKM Mekar Lestari di bawah BUMDes Serdang Tirta Kencana, Kabupaten Tangerang.
Program dijalankan oleh tim dosen lintas disiplin SGU berfokus pada meningkatkan literasi keuangan mencakup pembukuan sederhana, manajemen arus kas, perencanaan modal, dan pemisahan keuangan pribadi serta usaha.
Kemudian, menguatkan branding digital agar UMKM mampu memanfaatkan media sosial, e-commerce, dan strategi konten untuk memperluas pasar.
SGU berharap program ini dapat membantu BUMDes Serdang Tirta Kencana menjadi contoh desa digital inklusif, di mana pelaku usaha perempuan, generasi muda, dan kelompok masyarakat lainnya memiliki akses yang setara terhadap teknologi dan peluang pasar.
Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha, UMKM diharapkan dapat tumbuh lebih kuat, adaptif, serta berdaya saing tinggi di pasar global.
Rektor SGU Assoc Prof Dr Samuel P Kusumocahyo mengatakan, pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membantu UMKM bertransformasi di era digital. “Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam pemberdayaan UMKM, bukan hanya melalui transfer pengetahuan, tetapi juga pendampingan langsung di lapangan,” ujarnya.
Baca juga: Era Transformasi Digital, SGU Luncurkan Program S1 DCM
Seperti diketahui UMKM saat ini menyumbang sekitar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja nasional.
Melihat kondisi demikian, Samuel menilai UMKM menjadi tulang punggung perekonomian, tantangan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pasar digital diperlukan melalui peran strategis melalui pelatihan, pendampingan, dan inovasi berbasis riset.
Karenanya, pelatihan literasi keuangan, strategi branding digital, dan berbagi pengalaman dari pelaku usaha mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus memperluas akses mereka ke ekosistem ekonomi digital inklusif.
“Melalui pelatihan literasi keuangan dan branding digital, kami ingin membantu UMKM lebih siap bersaing, meningkatkan efisiensi, dan memperluas pasar di era ekonomi digital,” ucapnya.
Bila kegiatan ini menjadi bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai Kemendikbud-Ristek 2025, dengan sasaran UMKM Mekar Lestari di bawah BUMDes Serdang Tirta Kencana, Kabupaten Tangerang.
Program dijalankan oleh tim dosen lintas disiplin SGU berfokus pada meningkatkan literasi keuangan mencakup pembukuan sederhana, manajemen arus kas, perencanaan modal, dan pemisahan keuangan pribadi serta usaha.
Kemudian, menguatkan branding digital agar UMKM mampu memanfaatkan media sosial, e-commerce, dan strategi konten untuk memperluas pasar.
SGU berharap program ini dapat membantu BUMDes Serdang Tirta Kencana menjadi contoh desa digital inklusif, di mana pelaku usaha perempuan, generasi muda, dan kelompok masyarakat lainnya memiliki akses yang setara terhadap teknologi dan peluang pasar.
Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha, UMKM diharapkan dapat tumbuh lebih kuat, adaptif, serta berdaya saing tinggi di pasar global.
(jon)
Lihat Juga :