HUT ke-6, Kogabwilhan III Gelar Operasi Bibir Sumbing bagi Anak-anak di Pelosok Papua
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 06:12 WIB
loading...
A
A
A
Bambang menuturkan sebelum diterbangkan ke Jayapura, kondisi kesehatan dan mental anak-anak diperiksa dan di monitor terlebih dahulu oleh dokter dari tim medis Satgas Habema serta Satgas Swasembada.
Baca juga: Daftar Panglima Kogabwilhan III, Nomor 4 Lulusan Terbaik Akmil 1990 dan Eks Danjen Kopassus
Pemeriksaan kesehatan lanjutan juga dilakukan setibanya mereka di Jayapura, antara lain screening, laboratorium dan evaluasi medis menyeluruh untuk memastikan prosedur operasi bibir sumbing yang di ikuti anak-anak Papua berjalan aman dan efektif, dimana setiap anak mendapatkan penanganan medis yang terbaik.
“Tujuannya sederhana, kami berharap semakin banyak anak-anak Papua yang tersenyum tanpa rasa minder, dan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang percaya diri,” tutur Bambang.
Bambang yang didaulat menjadi Komandan Defile Pas Upacara Gelar Pasukan Operasi di Batujajar 2025 ini mengatakan, kegiatan sosial merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kondisi kesehatan masyarakat di Papua, khususnya anak-anak yang menderita kelainan bawaan seperti bibir sumbing dan langit-langit dalam rongga mulutnya.
Baca juga: Daftar Panglima Kogabwilhan III, Nomor 4 Lulusan Terbaik Akmil 1990 dan Eks Danjen Kopassus
Pemeriksaan kesehatan lanjutan juga dilakukan setibanya mereka di Jayapura, antara lain screening, laboratorium dan evaluasi medis menyeluruh untuk memastikan prosedur operasi bibir sumbing yang di ikuti anak-anak Papua berjalan aman dan efektif, dimana setiap anak mendapatkan penanganan medis yang terbaik.
“Tujuannya sederhana, kami berharap semakin banyak anak-anak Papua yang tersenyum tanpa rasa minder, dan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang percaya diri,” tutur Bambang.
Bambang yang didaulat menjadi Komandan Defile Pas Upacara Gelar Pasukan Operasi di Batujajar 2025 ini mengatakan, kegiatan sosial merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kondisi kesehatan masyarakat di Papua, khususnya anak-anak yang menderita kelainan bawaan seperti bibir sumbing dan langit-langit dalam rongga mulutnya.
Lihat Juga :