Taktik Sandiwara Perang Mataram dan Pasukan Untung Surapati Kelabui VOC Belanda
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 06:12 WIB
loading...
A
A
A
Pada malam harinya, Untung Surapati datang ke perkemahan Gentong. Berunding dengan Adipati Cakraningrat. Perihal apa yang dirundingkan antara keduanya, Babad Trunajaya-Surapati tidak menjelaskan secara detail. Naskah tersebut hanya menyebutkan bahwa malam hari, keduanya berunding. Sementara siang harinya, meraka berhadap-hadapan di medan laga.
Tetapi bila menengok pada uraian Babad Trunajaya- Surapati sebelumnya perihal pesan Sunan Amangkurat II kepada pasukannya, untuk pintar dalam berpura-pura saat berperang dengan pasukan Pasuruhan. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa perundingan antara Untung Surapati dan Adipati Cakraningrat, berkisar mengenai perang yang tidak menimbulkan korban jiwa dari kedua belah pihak.
Perang tersebut sekadar siasat Sunan Amangkurat II agar hubungannya dengan Untung Surapati tidak tercium oleh para petinggi VOC baik yang ada di Jepara maupun Batavia. Sebab bila tahu maka akan berpengaruh terhadap stabilitas segala hal, termasuk keamanan di ibu kota Kartasura.
Pagi berikutnya, pasukan Pasuruhan bersiaga menghadapi pasukan VOC yang berangkat dari Madura. Babad Trunajaya-Surapati mengisahkan pasukan VOC terdiri dari 300 orang Belanda. Bila ditambah dengan orang-orang rendahan, jumlah pasukannya adalah 600 orang. Jumlah pasukan itu masih ditambah dengan pasukan kaum Bugis dan Makassar yang mencapai 700 orang.
Kapal-kapal pasukan VOC berlabuh di muara Sungai Prabalingga. Sesudah mendarat, pasukan yang dipimpin oleh Cakrakusuma dan panglima perang dari pihak Belanda, tersebut memasuki wilayah Ngayamalas. Mereka bersiaga menyerbu Pasuruhan.
Tetapi bila menengok pada uraian Babad Trunajaya- Surapati sebelumnya perihal pesan Sunan Amangkurat II kepada pasukannya, untuk pintar dalam berpura-pura saat berperang dengan pasukan Pasuruhan. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa perundingan antara Untung Surapati dan Adipati Cakraningrat, berkisar mengenai perang yang tidak menimbulkan korban jiwa dari kedua belah pihak.
Perang tersebut sekadar siasat Sunan Amangkurat II agar hubungannya dengan Untung Surapati tidak tercium oleh para petinggi VOC baik yang ada di Jepara maupun Batavia. Sebab bila tahu maka akan berpengaruh terhadap stabilitas segala hal, termasuk keamanan di ibu kota Kartasura.
Pagi berikutnya, pasukan Pasuruhan bersiaga menghadapi pasukan VOC yang berangkat dari Madura. Babad Trunajaya-Surapati mengisahkan pasukan VOC terdiri dari 300 orang Belanda. Bila ditambah dengan orang-orang rendahan, jumlah pasukannya adalah 600 orang. Jumlah pasukan itu masih ditambah dengan pasukan kaum Bugis dan Makassar yang mencapai 700 orang.
Kapal-kapal pasukan VOC berlabuh di muara Sungai Prabalingga. Sesudah mendarat, pasukan yang dipimpin oleh Cakrakusuma dan panglima perang dari pihak Belanda, tersebut memasuki wilayah Ngayamalas. Mereka bersiaga menyerbu Pasuruhan.
(cip)
Lihat Juga :