Taktik Sandiwara Perang Mataram dan Pasukan Untung Surapati Kelabui VOC Belanda

Jum'at, 15 Agustus 2025 - 06:12 WIB
loading...
Taktik Sandiwara Perang...
Sandiwara perang melawan pasukan Untung Surapati dilakukan demi selamatkan Kerajaan Mataram. Memang saat itu Kerajaan Mataram sedang mesra-mesranya dengan VOC Belanda. Foto: Ist
A A A
SEMARANG - SANDIWARAperang melawan pasukan Untung Surapati dilakukan demi selamatkan Kerajaan Mataram. Memang saat itu Kerajaan Mataram sedang mesra - mesranya dengan VOC Belanda, tapi di sisi lain Untung Surapati bagian dari Mataram itu sendiri yang berkuasa di wilayah Pasuruhan, sehingga memunculkan sandiwara perang.

Penguasa Mataram bahkan sampai meminta bantuan VOC Belanda untuk menaklukkan Pasuruhan, yang sebenarnya bagian dari taktik sandiwara. Sultan Amangkurat II yang berkuasa kala itu mengutus Adipati Secanagara menghadap ke VOC Belanda.

Langkah ini untuk meyakinkan VOC bahwa Kerajaan Mataram di bawah Sultan Amangkurat II bermusuhan dengan Pasuruhan. Tapi taktik pun disusun agar sama-sama enak dan tidak terdeteksi sandiwara perang ini. Strateginya saat pasukan Kartasura telah sampai di Pasuruhan, disarankan oleh Sunan Amangkurat II, hendaklah tidak melakukan penyerangan terlebih dahulu sebelum pasukan VOC dari Jepara tiba.

Baca juga: Cerita Danau Buatan yang Mengelilingi Megahnya Istana Baru Kerajaan Mataram

Di sisi lain berdasarkan "Untung Surapati: Melawan VOC Sampai Mati: Kisah dan Sejarah Hidup Untung Surapati Sejak Jadi Budak Hingga Pahlawan", dari Sri Wintala Achmad mengisahkan Untung Surapati di Pasuruhan telah mendengar kabar, kalau Pasuruhan akan diserbu oleh pasukan VOC dan pasukan dari Kartasura yang menjadi Ibu Kota Kerajaan Mataram Islam.

Ia pun mendengar kabar kalau para adipati pesisir dan Adipati Cakraningrat telah berkemah di Gentong. Sementara kabar yang tersiar, pasukan VOC yang dipimpin oleh Pangeran Cakrakusuma, putra Adipati Cakraningrat, yang berangkat dari Sampang melalui jalur laut akan menyerang Pasuruhan.

Baca juga: Kisah Pramodhawardhani, Raja Mataram Perempuan Pertama Keturunan Sriwijaya

Pada malam harinya, Untung Surapati datang ke perkemahan Gentong. Berunding dengan Adipati Cakraningrat. Perihal apa yang dirundingkan antara keduanya, Babad Trunajaya-Surapati tidak menjelaskan secara detail. Naskah tersebut hanya menyebutkan bahwa malam hari, keduanya berunding. Sementara siang harinya, meraka berhadap-hadapan di medan laga.

Tetapi bila menengok pada uraian Babad Trunajaya- Surapati sebelumnya perihal pesan Sunan Amangkurat II kepada pasukannya, untuk pintar dalam berpura-pura saat berperang dengan pasukan Pasuruhan. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa perundingan antara Untung Surapati dan Adipati Cakraningrat, berkisar mengenai perang yang tidak menimbulkan korban jiwa dari kedua belah pihak.

Perang tersebut sekadar siasat Sunan Amangkurat II agar hubungannya dengan Untung Surapati tidak tercium oleh para petinggi VOC baik yang ada di Jepara maupun Batavia. Sebab bila tahu maka akan berpengaruh terhadap stabilitas segala hal, termasuk keamanan di ibu kota Kartasura.

Pagi berikutnya, pasukan Pasuruhan bersiaga menghadapi pasukan VOC yang berangkat dari Madura. Babad Trunajaya-Surapati mengisahkan pasukan VOC terdiri dari 300 orang Belanda. Bila ditambah dengan orang-orang rendahan, jumlah pasukannya adalah 600 orang. Jumlah pasukan itu masih ditambah dengan pasukan kaum Bugis dan Makassar yang mencapai 700 orang.

Kapal-kapal pasukan VOC berlabuh di muara Sungai Prabalingga. Sesudah mendarat, pasukan yang dipimpin oleh Cakrakusuma dan panglima perang dari pihak Belanda, tersebut memasuki wilayah Ngayamalas. Mereka bersiaga menyerbu Pasuruhan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Kisah Bung Tomo Mengenyam...
Kisah Bung Tomo Mengenyam Pendidikan di Sekolah Elite Belanda, Keluarganya Ternyata Pejabat Polisi
Kisah Penyamaran Untung...
Kisah Penyamaran Untung Surapati, dari Jualan Sirih hingga Kumpulkan Pasukan Pejuang di Batavia
Kisah Strategi Cerdik...
Kisah Strategi Cerdik Panembahan Senopati Bikin Pasukan Pajang Kabur dari Mataram
Rebutan Takhta hingga...
Rebutan Takhta hingga Wanita Jadi Penyebab Pemberontakan Berdarah Era Kalingga dan Mataram
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Dukung Repatriasi Kekayaan...
Dukung Repatriasi Kekayaan Bangsa, Garuda Pulangkan Koleksi Sejarah dari Belanda
7 Negara Penjajah Terkejam...
7 Negara Penjajah Terkejam di Dunia, Salah Satunya Israel
Rekomendasi
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
Berita Terkini
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved