Pengelola SPBU di Jabar, Banten, Jakarta Diminta Perkuat Standar Keselamatan Migas
Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:32 WIB
loading...
Seluruh pengelola SPBU di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta diminta memperkuat standar SMKM sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Seluruh pengelola SPBU di Jawa Barat, Jakarta, dan Banten diminta memperkuat standar Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan. Ini sebagai langkah dari sistem manajemen perusahaan migas untuk mengendalikan risiko, memastikan kegiatan migas aman, andal, serta ramah lingkungan.
Dalam rangka memberikan pemahaman menyeluruh mengenai penerapan SMKM di lingkungan SPBU, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menggelar Sosialisasi SMKM SPBU secara daring, Senin (11/8/2025).
Kegiatan dihadiri Group Head Operation Regional JBB Muhammad Toriq, Region Manager Retail Sales JBB Tiara Thesaufi Harisoesyanto, Region Manajer HSSE JBB Ika Kurniasari, serta para Jajaran Management dan 708 Pengawas beserta 12 Operator SPBU di seluruh wilayah Regional JBB.
Materi yang disampaikan menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan pelaksanaan audit SMKM tahun 2026.
Tiara mengatakan, keselamatan merupakan fondasi utama dalam operasional SPBU. "Penerapan SMKM bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi sebuah komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Kami ingin seluruh pengelola SPBU memiliki pemahaman yang sama sehingga budaya keselamatan menjadi kebiasaan bersama," ungkapnya.
Dalam rangka memberikan pemahaman menyeluruh mengenai penerapan SMKM di lingkungan SPBU, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menggelar Sosialisasi SMKM SPBU secara daring, Senin (11/8/2025).
Kegiatan dihadiri Group Head Operation Regional JBB Muhammad Toriq, Region Manager Retail Sales JBB Tiara Thesaufi Harisoesyanto, Region Manajer HSSE JBB Ika Kurniasari, serta para Jajaran Management dan 708 Pengawas beserta 12 Operator SPBU di seluruh wilayah Regional JBB.
Materi yang disampaikan menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan pelaksanaan audit SMKM tahun 2026.
Tiara mengatakan, keselamatan merupakan fondasi utama dalam operasional SPBU. "Penerapan SMKM bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi sebuah komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Kami ingin seluruh pengelola SPBU memiliki pemahaman yang sama sehingga budaya keselamatan menjadi kebiasaan bersama," ungkapnya.
Lihat Juga :