BCA Dorong Penghematan Belanja Rumah Tangga lewat Rumah Pangan Hidup di Goa Pindul
Sabtu, 09 Agustus 2025 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Sepanjang 2024, program Sekolah Lapangan yang diikuti oleh 110 peserta dan turut berdampak terhadap lebih dari 300 masyarakat penerima manfaat, dengan 78% di antaranya adalah perempuan. Melalui program ini, penduduk Desa Bakti BCA menanam 50.581 bibit tanaman dan memperoleh hasil panen setara dengan Rp86,6 juta atau 50% anggaran belanja sayur.
Tak hanya itu, program ini juga berhasil mengurangi limbah desa melalui pengelolaan 66,8 ton sampah organik dan 814,8 kg sampah anorganik menjadi media tanam dan pupuk alami. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn melihat potensi yang besar untuk mengembangkan Wirawisata Goa Pindul sebagai destinasi wisata dengan prinsip-prinsip berkelanjutan.
Program ini menggabungkan kolaborasi lintas sektor antara ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan pariwisata. ”Rumah Pangan Hidup tidak hanya menjawab tantangan keberlangsungan hidup masyarakat Goa Pindul, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya roda ekonomi baru, termasuk wisata edukasi dan agrowisata yang dapat memperkuat ekosistem desa,” tuturnya. Baca juga: 12 Desa Wisata Unik di Indonesia, Nomor 3 Situs Kekayaan Dunia UNESCO
Selain Rumah Pangan Hidup, sebelumnya BCA juga telah mendukung berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat di bawah payung Desa Bakti BCA. Di antaranya pendampingan enam desa wisata binaan hingga meraih penghargaan bergengsi pada ASEAN Tourism Awards (ATA) 2025 dan pendampingan Desa Bakti BCA dalam misi perluasan akses pasar ke pasar internasional di ajang Internationale Tourismus-Börse (ITB) Berlin 2025.
Selain itu, BCA juga aktif mendukung misi perluasan akses pasar Desa Bakti BCA melalui berbagai kegiatan dan kolaborasi. Seperti BCA Expoversary 2025, Jakarta Fair Kemayoran 2025, serta kolaborasi antara perajin perak Desa Wisata Taro dan Tulola.
Tak hanya itu, program ini juga berhasil mengurangi limbah desa melalui pengelolaan 66,8 ton sampah organik dan 814,8 kg sampah anorganik menjadi media tanam dan pupuk alami. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn melihat potensi yang besar untuk mengembangkan Wirawisata Goa Pindul sebagai destinasi wisata dengan prinsip-prinsip berkelanjutan.
Program ini menggabungkan kolaborasi lintas sektor antara ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan pariwisata. ”Rumah Pangan Hidup tidak hanya menjawab tantangan keberlangsungan hidup masyarakat Goa Pindul, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya roda ekonomi baru, termasuk wisata edukasi dan agrowisata yang dapat memperkuat ekosistem desa,” tuturnya. Baca juga: 12 Desa Wisata Unik di Indonesia, Nomor 3 Situs Kekayaan Dunia UNESCO
Selain Rumah Pangan Hidup, sebelumnya BCA juga telah mendukung berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat di bawah payung Desa Bakti BCA. Di antaranya pendampingan enam desa wisata binaan hingga meraih penghargaan bergengsi pada ASEAN Tourism Awards (ATA) 2025 dan pendampingan Desa Bakti BCA dalam misi perluasan akses pasar ke pasar internasional di ajang Internationale Tourismus-Börse (ITB) Berlin 2025.
Selain itu, BCA juga aktif mendukung misi perluasan akses pasar Desa Bakti BCA melalui berbagai kegiatan dan kolaborasi. Seperti BCA Expoversary 2025, Jakarta Fair Kemayoran 2025, serta kolaborasi antara perajin perak Desa Wisata Taro dan Tulola.
(poe)
Lihat Juga :