Bareskrim Polri Kejar Pelaku dan Pemodal Illegal Mining Emas di Rampi Luwu Utara

Rabu, 06 Agustus 2025 - 22:51 WIB
loading...
Bareskrim Polri Kejar...
Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin berhasil mengidentifikasi terduga pelaku illegal mining pada areal konsesi tambang emas di Kecamatan Rampi, Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Foto: Dok Sindonews
A A A
LUWU UTARA - Setelah tiga pekan melakukan Pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan), Dittipidter Bareskrim Polri berhasil mengidentifikasi terduga pelaku illegal mining pada areal konsesi tambang emas PT Kalla Arebamma di Kecamatan Rampi, Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Pelaku terancam pidana Pasal 158 dan Pasal 162 UU No 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU No 4 Tahun 2009 tentang Minerba.

Di dalamnya mengatur larangan illegal mining dan merintangi atau mengganggu kegiatan usaha pertambangan oleh pemilik IUP yang sah serta terdapat juga perdagangan gelap sianida.

Baca juga: Polda Kaltara Tahan Tersangka Illegal Mining di Bulungan

“Selain seluruh terduga pelaku illegal mining dan provokator unjuk rasa, kami akan kejar pemodal sekaligus penadahnya,” ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Modus operandi terduga pelaku dengan cara menghasut, mengagitasi, dan memprovokasi masyarakat adat agar menolak kehadiran PT Kalla Arebamma yang berencana melanjutkan kegiatan eksplorasi penambangan pada Kamis (31/7/2025). Mereka melakukan unjuk rasa, memakai narasi yang memuat alibi dan jargon-jargon palsu seolah-olah demi untuk menjaga tanah hak ulayat masyarakat hukum adat.

Camat Rampi Usniati S Parman mengaku resah dengan sekelompok orang yang diduga diorganisir oleh kelompok illegal mining terhadap kehadiran PT Kalla Arebamma yang bersama-sama unsur Forkompida akan menggelar sosialisasi untuk melanjutkan eksplorasi. Padahal, sejatinya investasi dan kehadiran investor sangat dibutuhkan serta dinanti-nantikan masyarakat Rampi.

Melalui kegiatan penambangan emas oleh PT Kalla Arebamma diharapkan dapat menghidupkan perekonomian, menciptakan lapangan kerja, membuka akses jalan, dan memperbanyak puskesmas.

”Kerap ditemukan pemandangan yang sangat memilukan manakala ada masyarakat yang sakit. Harus ditandu dengan berjalan kaki sejauh 5 km untuk tiba di puskesmas. Lalu keluarga meratapi menerima kenyataan getir anggota keluarganya meninggal dunia saat tiba di puskesmas. Kemudian untuk pemakaman, jenazahnya ditandu dengan berjalan kaki sejauh 60 km dari Desa Badangkias, Lore Selatan, menuju Desa Tedeboe,” kata Usniati.

Rampi, sebuah wilayah kecamatan terpencil di Kabupaten Luwu Utara dengan jumlah penduduk sebanyak 3.164 jiwa merupakan suku Kaili. Kondisi fasilitas kesehatan hanya terdapat satu Puskesmas di Desa Sulaku dan tiga Puskesmas Pembantu di Pustu Leboni, Pustu Onondowa, dan Pustu Tedeboe.

Kondisi geografisnya yang berbukit-bukit dan terletak pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut membuat pembangunan infrastruktur jalan menjadi sulit. Topografi sukar dengan lokasi yang terpencil menunjukkan aksesibilitasnya terbatas.

Sulitnya akses mobilitas masyarakat berpengaruh pada harga barang-barang yang yang melambung tinggi. Utamanya bahan bangunan dan kebutuhan rumah tangga. Selain pertumbuhan ekonomi yang terhimpit, masyarakat Rampi juga pasrah dengan berbeda jauh dari yang berlaku di Masamba dan daerah Sulsel lainnya.

“Harga isi ulang gas 3 kg yang memiliki harga normal di kisaran Rp20.000 di Sulsel, di Rampi bisa melejit hingga Rp150.000. Kini masyarakat Rampi yang papa itu menitipkan asa pada kehadiran investor yang berjanji akan mengalokasikan CSR guna membantu kesejahteraan penduduk di bidang pendidikan, kesehatan, dan perekonomian,” ujar Usniati.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Polisi Buru Pemilik...
Polisi Buru Pemilik New Zone Medan sekaligus Diduga Bandar Narkoba
Polisi Masih Dalami...
Polisi Masih Dalami Penyebab Ledakan di Pabrik Kimia Banten
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Polri Pastikan Listrik...
Polri Pastikan Listrik di Sumatera Sudah Pulih 100% usai Blackout
Bareskrim Gerebek New...
Bareskrim Gerebek New Zone, Penasihat Ahli Kapolri: Tekan Peredaran Narkoba di Sumut
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
Rekomendasi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Berita Terkini
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Infografis
8 Kepolisian Terbaik...
8 Kepolisian Terbaik di Dunia 2025, Apakah Polri Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved