Mapala UI Eksplorasi Gunung Tertinggi di Bengkulu
Selasa, 05 Agustus 2025 - 10:36 WIB
loading...
Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) melakukan kegiatan eksplorasi di Gunung Patah, Bengkulu. Eksplorasi dilaksanakan melalui program Satria Hutan Indonesia (SHI). Foto: Ist
A
A
A
BENGKULU - Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) melakukan kegiatan eksplorasi di Gunung Patah, Bengkulu. Eksplorasi dilaksanakan melalui program Satria Hutan Indonesia (SHI). Kegiatan ini diikuti 23 Anggota Mapala UI dan 34 Calon Anggota Mapala UI.
Program ini merupakan rangkaian kegiatan dalam pendidikan calon anggota Mapala UI, dalam bentuk Perjalanan Panjang. Direncanakan keseluruhan kegiatan berakhir sebelum masa perkuliahan dimulai kembali.
Baca juga: Anggota Kehormatan Mapala UI Ini Dorong Generasi Muda Suka Berlayar
Gunung Patah yang merupakan gunung tertinggi di Bengkulu tersebut dipilih menjadi tujuan eksplorasi karena dianggap sebagai lokasi yang tepat untuk mendorong pelestarian lingkungan sekaligus membangun relasi yang konstruktif dengan alam dan masyarakat desa.
“Program Satria Hutan Indonesia bukan hanya ruang bagi kami untuk berkontribusi, tetapi juga wadah pembelajaran yang bermakna bersama masyarakat. Melalui interaksi langsung, kami belajar tentang kearifan lokal, nilai-nilai kolektif, dan semangat menjaga alam yang telah diwariskan turun-temurun,” kata Project Officer SHI Mapala UI Dimas Nur Hidayat di Bengkulu, Senin (4/8/2025).
Program Satria Hutan Indonesia merupakan agenda rutin Mapala UI yang menggabungkan aksi eksplorasi kawasan hutan, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif.
“Tahun ini, fokus utama kegiatan adalah eksplorasi kawasan Gunung Patah, dokumentasi keanekaragaman hayati, dan peningkatan kemampuan pendakian yang bertanggung jawab dan aman,” katanya
Program ini akan berlangsung selama beberapa minggu ke depan, dengan berbagai agenda kegiatan yang telah dirancang bersama masyarakat. Selain kegiatan pendakian dan eksplorasi ke Gunung Patah, kegiatan SHI juga dilakukan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat Desa Manau IX, khususnya siswa SDN 93 Kaur, Satria Hutan Indonesia membawa dua program utama.
Program tersebut yakni “Satu Huruf Seribu Harapan” yang memiliki tujuan memantik semangat berliterasi serta mengenalkan praktik pengolahan sampah bekas.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Kaur selaku Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Cilas menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UI yang mengambil peran aktif dan memilih lokasi Gunung Patah sebagai tempat berkegiatan.
“Pemerintah daerah akan mendukung kegiatan Satria Hutan Indonesia. Kolaborasi antara akademisi, pemuda, perangkat desa dan masyarakat sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan dan sosial,” ujarnya.
Program ini merupakan rangkaian kegiatan dalam pendidikan calon anggota Mapala UI, dalam bentuk Perjalanan Panjang. Direncanakan keseluruhan kegiatan berakhir sebelum masa perkuliahan dimulai kembali.
Baca juga: Anggota Kehormatan Mapala UI Ini Dorong Generasi Muda Suka Berlayar
Gunung Patah yang merupakan gunung tertinggi di Bengkulu tersebut dipilih menjadi tujuan eksplorasi karena dianggap sebagai lokasi yang tepat untuk mendorong pelestarian lingkungan sekaligus membangun relasi yang konstruktif dengan alam dan masyarakat desa.
“Program Satria Hutan Indonesia bukan hanya ruang bagi kami untuk berkontribusi, tetapi juga wadah pembelajaran yang bermakna bersama masyarakat. Melalui interaksi langsung, kami belajar tentang kearifan lokal, nilai-nilai kolektif, dan semangat menjaga alam yang telah diwariskan turun-temurun,” kata Project Officer SHI Mapala UI Dimas Nur Hidayat di Bengkulu, Senin (4/8/2025).
Program Satria Hutan Indonesia merupakan agenda rutin Mapala UI yang menggabungkan aksi eksplorasi kawasan hutan, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif.
“Tahun ini, fokus utama kegiatan adalah eksplorasi kawasan Gunung Patah, dokumentasi keanekaragaman hayati, dan peningkatan kemampuan pendakian yang bertanggung jawab dan aman,” katanya
Program ini akan berlangsung selama beberapa minggu ke depan, dengan berbagai agenda kegiatan yang telah dirancang bersama masyarakat. Selain kegiatan pendakian dan eksplorasi ke Gunung Patah, kegiatan SHI juga dilakukan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat Desa Manau IX, khususnya siswa SDN 93 Kaur, Satria Hutan Indonesia membawa dua program utama.
Program tersebut yakni “Satu Huruf Seribu Harapan” yang memiliki tujuan memantik semangat berliterasi serta mengenalkan praktik pengolahan sampah bekas.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Kaur selaku Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Cilas menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UI yang mengambil peran aktif dan memilih lokasi Gunung Patah sebagai tempat berkegiatan.
“Pemerintah daerah akan mendukung kegiatan Satria Hutan Indonesia. Kolaborasi antara akademisi, pemuda, perangkat desa dan masyarakat sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan dan sosial,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :