Pelindo Gelar Pelatihan Soft Skill Mahasiswa di Bogor untuk Hadapi Dunia Kerja
Senin, 04 Agustus 2025 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
Selain dukungan pembiayaan, peserta beasiswa mengikuti pelatihan daring dan sesi mentoring setiap semester. Materi pelatihan meliputi keterampilan komunikasi, penulisan akademik, hingga persiapan memasuki dunia kerja.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Pelindo Dwi Fatan Lilyana menuturkan banyak lulusan perguruan tinggi yang belum siap menghadapi kebutuhan sektor industri, terutama maritim dan logistik.
Karena itu, Pelindo ingin membentuk jalur pembinaan sejak mahasiswa masih duduk di bangku kuliah. “Kami percaya setiap investasi pendidikan akan menghasilkan efek ganda yakni menciptakan insan unggul, memperkuat daya saing bangsa, serta membuka jalan bagi pertumbuhan kolektif baik bagi Pelindo maupun ekosistem industri yang lebih luas,” ujarnya.
Lilyana menambahkan program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang mengacu pada arahan Kementerian BUMN. Dalam kebijakan tersebut, pendidikan menjadi salah satu dari tiga bidang prioritas TJSL bersama dengan lingkungan dan pengembangan usaha mikro dan kecil.
“Melalui program ini, kami berharap muncul generasi muda yang tidak hanya berpendidikan tinggi, tetapi juga punya kesiapan berperan dalam pembangunan sektor logistik nasional yang lebih kompetitif. Bangsa ini terlalu besar untuk disuarakan oleh suara yang biasa,” ucapnya.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Pelindo Dwi Fatan Lilyana menuturkan banyak lulusan perguruan tinggi yang belum siap menghadapi kebutuhan sektor industri, terutama maritim dan logistik.
Karena itu, Pelindo ingin membentuk jalur pembinaan sejak mahasiswa masih duduk di bangku kuliah. “Kami percaya setiap investasi pendidikan akan menghasilkan efek ganda yakni menciptakan insan unggul, memperkuat daya saing bangsa, serta membuka jalan bagi pertumbuhan kolektif baik bagi Pelindo maupun ekosistem industri yang lebih luas,” ujarnya.
Lilyana menambahkan program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang mengacu pada arahan Kementerian BUMN. Dalam kebijakan tersebut, pendidikan menjadi salah satu dari tiga bidang prioritas TJSL bersama dengan lingkungan dan pengembangan usaha mikro dan kecil.
“Melalui program ini, kami berharap muncul generasi muda yang tidak hanya berpendidikan tinggi, tetapi juga punya kesiapan berperan dalam pembangunan sektor logistik nasional yang lebih kompetitif. Bangsa ini terlalu besar untuk disuarakan oleh suara yang biasa,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :