Pelindo Gelar Pelatihan Soft Skill Mahasiswa di Bogor untuk Hadapi Dunia Kerja
Senin, 04 Agustus 2025 - 17:38 WIB
loading...
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero memberikan beasiswa pendidikan kepada 60 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Foto: Ist
A
A
A
BOGOR - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero memberikan beasiswa pendidikan kepada 60 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program beasiswa yang dikemas dalam skema Pelindo Prestasi ini juga dilengkapi pelatihan peningkatan keterampilan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja setelah kuliah.
Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, program ini menjadi salah satu cara perusahaan mendukung pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebutuhan industri. “Kami berharap penerima beasiswa dapat mengembangkan potensi akademiknya sekaligus memahami tantangan nyata dunia kerja,” ujarnya, Senin (4/8/2025).
Baca juga: Sukses Berkarier, Lebih Penting Gelar Akademik atau Soft Skill?
Program ini diluncurkan melalui acara inagurasi yang digelar di Kampus Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), Ciawi, Bogor. Selain penyerahan simbolis beasiswa, peserta juga mengikuti pelatihan tahap awal sebagai bagian dari rangkaian pembinaan yang akan berlangsung selama empat semester.
Mahasiswa di era sekarang sangat kaya akan informasi. Namun, ini justru bisa menimbulkan kelelahan informasi, penurunan daya fokus, dan pemahaman yang dangkal.
“Karena itu, penguatan soft skill seperti komunikasi, kreativitas, dan empati menjadi sama pentingnya dengan prestasi akademik," kata Arif.
Beasiswa diberikan dalam bentuk subsidi uang kuliah tunggal (UKT) sebesar Rp3 juta per semester untuk empat semester, mulai dari semester 5 hingga 8. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh bantuan biaya penyusunan skripsi senilai Rp3 juta pada semester akhir.
Selain dukungan pembiayaan, peserta beasiswa mengikuti pelatihan daring dan sesi mentoring setiap semester. Materi pelatihan meliputi keterampilan komunikasi, penulisan akademik, hingga persiapan memasuki dunia kerja.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Pelindo Dwi Fatan Lilyana menuturkan banyak lulusan perguruan tinggi yang belum siap menghadapi kebutuhan sektor industri, terutama maritim dan logistik.
Karena itu, Pelindo ingin membentuk jalur pembinaan sejak mahasiswa masih duduk di bangku kuliah. “Kami percaya setiap investasi pendidikan akan menghasilkan efek ganda yakni menciptakan insan unggul, memperkuat daya saing bangsa, serta membuka jalan bagi pertumbuhan kolektif baik bagi Pelindo maupun ekosistem industri yang lebih luas,” ujarnya.
Lilyana menambahkan program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang mengacu pada arahan Kementerian BUMN. Dalam kebijakan tersebut, pendidikan menjadi salah satu dari tiga bidang prioritas TJSL bersama dengan lingkungan dan pengembangan usaha mikro dan kecil.
“Melalui program ini, kami berharap muncul generasi muda yang tidak hanya berpendidikan tinggi, tetapi juga punya kesiapan berperan dalam pembangunan sektor logistik nasional yang lebih kompetitif. Bangsa ini terlalu besar untuk disuarakan oleh suara yang biasa,” ucapnya.
Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, program ini menjadi salah satu cara perusahaan mendukung pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebutuhan industri. “Kami berharap penerima beasiswa dapat mengembangkan potensi akademiknya sekaligus memahami tantangan nyata dunia kerja,” ujarnya, Senin (4/8/2025).
Baca juga: Sukses Berkarier, Lebih Penting Gelar Akademik atau Soft Skill?
Program ini diluncurkan melalui acara inagurasi yang digelar di Kampus Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), Ciawi, Bogor. Selain penyerahan simbolis beasiswa, peserta juga mengikuti pelatihan tahap awal sebagai bagian dari rangkaian pembinaan yang akan berlangsung selama empat semester.
Mahasiswa di era sekarang sangat kaya akan informasi. Namun, ini justru bisa menimbulkan kelelahan informasi, penurunan daya fokus, dan pemahaman yang dangkal.
“Karena itu, penguatan soft skill seperti komunikasi, kreativitas, dan empati menjadi sama pentingnya dengan prestasi akademik," kata Arif.
Beasiswa diberikan dalam bentuk subsidi uang kuliah tunggal (UKT) sebesar Rp3 juta per semester untuk empat semester, mulai dari semester 5 hingga 8. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh bantuan biaya penyusunan skripsi senilai Rp3 juta pada semester akhir.
Selain dukungan pembiayaan, peserta beasiswa mengikuti pelatihan daring dan sesi mentoring setiap semester. Materi pelatihan meliputi keterampilan komunikasi, penulisan akademik, hingga persiapan memasuki dunia kerja.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Pelindo Dwi Fatan Lilyana menuturkan banyak lulusan perguruan tinggi yang belum siap menghadapi kebutuhan sektor industri, terutama maritim dan logistik.
Karena itu, Pelindo ingin membentuk jalur pembinaan sejak mahasiswa masih duduk di bangku kuliah. “Kami percaya setiap investasi pendidikan akan menghasilkan efek ganda yakni menciptakan insan unggul, memperkuat daya saing bangsa, serta membuka jalan bagi pertumbuhan kolektif baik bagi Pelindo maupun ekosistem industri yang lebih luas,” ujarnya.
Lilyana menambahkan program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang mengacu pada arahan Kementerian BUMN. Dalam kebijakan tersebut, pendidikan menjadi salah satu dari tiga bidang prioritas TJSL bersama dengan lingkungan dan pengembangan usaha mikro dan kecil.
“Melalui program ini, kami berharap muncul generasi muda yang tidak hanya berpendidikan tinggi, tetapi juga punya kesiapan berperan dalam pembangunan sektor logistik nasional yang lebih kompetitif. Bangsa ini terlalu besar untuk disuarakan oleh suara yang biasa,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :