Jaga Kondusivitas, Komunitas Driver Online Sidoarjo Tegaskan Tak Ikut Unjuk Rasa
Sabtu, 02 Agustus 2025 - 18:00 WIB
loading...
Komunitas Driver Online Sidoarjo menyatakan tidak ikut dalam aksi unjuk rasa demi menjaga kondusivitas. Foto/istimewa
A
A
A
SIDOARJO - Komunitas Driver Online Sidoarjo menyatakan tidak ikut dalam aksi unjuk rasa. Meski demikian, komunitas yang mewadahi ribuan pengemudi ojek online tetap akan mengawal kebijakan pemerintah terhadap pekerja sektor transportasi online.
Hal itu disampaikan Ketua Forum Komunitas Driver Online Sidoarjo, Samuel Grandi menanggapi seruan aksi unjuk rasa yang ramai digaungkan oleh sebagian kelompok driver ojek online di beberapa daerah.
Menurut Samuel, komunitasnya lebih memilih jalur dialog dan komunikasi yang konstruktif dengan pihak pemerintah dan perusahaan penyedia layanan aplikasi ojek online.
Baca juga: Suara Ojol Terpecah, Aksi Demo 21 Juli Sepi Peserta
“Kami percaya, solusi terbaik dapat dicapai melalui komunikasi terbuka dan kerja sama yang baik, bukan dengan cara turun ke jalan melakukan aksi yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan dan keresahan di masyarakat,” ujarnya, Sabtu (2/8/2025).
Samuel mengingatkan tidak semua pengemudi ojek online sepakat dengan aksi unjuk rasa yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial dan sejumlah daerah lain. Sebab aksi tersebut berpotensi mengganggu ketertiban umum dan memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi online.
Baca juga: Tolak Pemotongan 10%, Oraski Usulkan Opsi untuk Kesejahteraan Driver Online
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para pengguna jasa ojek online, untuk tetap menjaga kondusivitas dan memberikan dukungan dan mengawal kebijakan pemerintah yang bertujuan menciptakan stabilitas sosial dan ekonomi,” jelasnya.
Senada, Ketua URC Drive Online Iyan/Babe mengatakan, selama ini pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang secara nyata mendukung kesejahteraan para driver online. Antara lain penetapan tarif yang lebih adil, pemberian perlindungan sosial berupa asuransi kesehatan, dan kecelakaan, serta berbagai fasilitas pendukung yang mendorong peningkatan kualitas layanan.
“Kebijakan-kebijakan ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah memperhatikan kebutuhan kami, dan kami pun berharap seluruh driver di Sidoarjo dapat bersama-sama mendukung langkah-langkah positif ini demi kemajuan bersama akan tetapi ada beberapa hal yang perlu di perbaiki dalam RUU Ojol terbaru,” ucapnya.
Sementara itu, beberapa anggota komunitas yang dihubungi menyatakan setuju dengan sikap tersebut. Mereka menilai keberlanjutan usaha mereka sangat bergantung pada kebijakan yang jelas dan kerja sama yang harmonis dengan berbagai pihak terkait, bukan melalui demonstrasi.
“Kami ingin situasi tetap kondusif agar dapat fokus bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar salah satu driver, Anik dari Komunitas Gaspol.
Pernyataan sikap dari Komunitas Driver Online Sidoarjo ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai beragam pendapat di kalangan pengemudi ojek online. Selain itu, mereka berkomitmen untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan sektor ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Ketua Forum Komunitas Driver Online Sidoarjo, Samuel Grandi menanggapi seruan aksi unjuk rasa yang ramai digaungkan oleh sebagian kelompok driver ojek online di beberapa daerah.
Menurut Samuel, komunitasnya lebih memilih jalur dialog dan komunikasi yang konstruktif dengan pihak pemerintah dan perusahaan penyedia layanan aplikasi ojek online.
Baca juga: Suara Ojol Terpecah, Aksi Demo 21 Juli Sepi Peserta
“Kami percaya, solusi terbaik dapat dicapai melalui komunikasi terbuka dan kerja sama yang baik, bukan dengan cara turun ke jalan melakukan aksi yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan dan keresahan di masyarakat,” ujarnya, Sabtu (2/8/2025).
Samuel mengingatkan tidak semua pengemudi ojek online sepakat dengan aksi unjuk rasa yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial dan sejumlah daerah lain. Sebab aksi tersebut berpotensi mengganggu ketertiban umum dan memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi online.
Baca juga: Tolak Pemotongan 10%, Oraski Usulkan Opsi untuk Kesejahteraan Driver Online
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para pengguna jasa ojek online, untuk tetap menjaga kondusivitas dan memberikan dukungan dan mengawal kebijakan pemerintah yang bertujuan menciptakan stabilitas sosial dan ekonomi,” jelasnya.
Senada, Ketua URC Drive Online Iyan/Babe mengatakan, selama ini pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang secara nyata mendukung kesejahteraan para driver online. Antara lain penetapan tarif yang lebih adil, pemberian perlindungan sosial berupa asuransi kesehatan, dan kecelakaan, serta berbagai fasilitas pendukung yang mendorong peningkatan kualitas layanan.
“Kebijakan-kebijakan ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah memperhatikan kebutuhan kami, dan kami pun berharap seluruh driver di Sidoarjo dapat bersama-sama mendukung langkah-langkah positif ini demi kemajuan bersama akan tetapi ada beberapa hal yang perlu di perbaiki dalam RUU Ojol terbaru,” ucapnya.
Sementara itu, beberapa anggota komunitas yang dihubungi menyatakan setuju dengan sikap tersebut. Mereka menilai keberlanjutan usaha mereka sangat bergantung pada kebijakan yang jelas dan kerja sama yang harmonis dengan berbagai pihak terkait, bukan melalui demonstrasi.
“Kami ingin situasi tetap kondusif agar dapat fokus bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar salah satu driver, Anik dari Komunitas Gaspol.
Pernyataan sikap dari Komunitas Driver Online Sidoarjo ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai beragam pendapat di kalangan pengemudi ojek online. Selain itu, mereka berkomitmen untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan sektor ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
(cip)
Lihat Juga :