Misteri Kematian Diplomat Arya Daru, Praktisi: Kejahatan Profesional, Agak Sempurna

Rabu, 30 Juli 2025 - 09:00 WIB
loading...
Misteri Kematian Diplomat...
Praktisi Hukum dan HAM Nicholay Aprilindo menjadi narasumber mengenai kasus kematian diplomat Kemlu Arya Daru sebagaimana yang ditayangkan Sindonews TV, Selasa (29/7/2025). Foto: Sindonews TV
A A A
JAKARTA - Pengungkapan kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan/ADP (39) oleh Polda Metro Jaya belum membuat kasus tersebut terang benderang. Bahkan, publik dibuat bingung oleh pernyataan Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra yang menyimpulkan kematian ADP tidak melibatkan pihak lain.

“Jadi, ADP seolah-olah diciptakan dalam kondisi bunuh diri. Saya menganggap kasus ini kejahatan profesional yang agak-agak sempurna,” ujar Praktisi Hukum dan HAM Nicholay Aprilindo sebagaimana dalam tayangan Sindonews TV yang dilihat, Rabu (30/7/2025).

Diketahui, ADP ditemukan tewas dengan wajah terbungkus plastik dan lakban kuning melilit kepala di kamar kosnya Gondia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).

Baca juga: Dugaan Cinta Segitiga di Balik Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru

Nicholay menganalisis terduga pelaku di pusaran kematian ADP tak ingin meninggalkan jejak dengan menggunakan sarung tangan. Tujuannya agar sidik jari tidak tergambar.

Kemudian, si terduga pelaku membekap korban ADP. Lalu, melakban wajah ADP. “Dibuktikan dari dokter forensik RSCM yang menyatakan ada pertukaran oksigen bagian atas alias hidung yang menyebabkan mati lemas. Ini ada tindak pidana pembunuhan yang hampir sempurna,” ungkapnya.

Menurut Nicholay, kejanggalan lain mengenai arah kamera pengawas/CCTV di lorong berubah ketika penjaga kos membuka paksa jendela dan pintu kamar kos Arya Daru. “Nah, ini kan rekayasa. Nggak mungkin CCTV mutar begitu saja, pasti ada yang mengubah,” katanya.

“Polisi mesti menggali lebih dalam mengenai peran penjaga kos ini. Kenapa dia terlihat tenang, lalu mengetahui posisi kunci dari dalam. Begitu juga istri korban harus dimintai keterangan lagi soal chat atau komunikasi dengan suaminya,” tambah Nicholay.

Mengenai CCTV yang berubah sudut pandang, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra mengatakan, istri ADP meminta penjaga kos mendobrak kamar korban. Namun, kondisi kunci slot yang hanya bisa diakses dari dalam pada posisi terkunci, sehingga diambil tindakan mencongkel jendela.

"Hal tersebut (penjaga kos mencongkel jendela kamar ADP) terjadi setelah adanya permintaan istri kepada penjaga kos waktu itu lewat telepon kepada penjaga kos atas nama saudara S untuk mendobrak pintu kamar korban," kata Wira saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).


Atas dasar itu, pemilik kos berinisiatif menggeser sudut CCTV guna memastikan yang terjadi saat mencongkel jendela kamar terekam sepenuhnya.

"Sehingga penjaga kos meminta izin kepada pemilik kos untuk melakukan pendobrakan lalu disikapi oleh pemilik kos dengan menggeser sudut CCTV dan memastikan tindakan yang dilakukan penjaga tersebut," ujarnya.

Hal tersebut juga diperkuat dengan rekaman video yang diambil oleh penghuni kos lainnya saat mencongkel jendela kamar.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Usut Tuntas ART Tewas di Benhil: Periksa Indekos hingga Majikan!
Wanita Muda Berniat...
Wanita Muda Berniat Bunuh Diri Depan Istana Merdeka, Polisi: Depresi, Terlalu Banyak Permasalahan
Polisi Ungkap Rekaman...
Polisi Ungkap Rekaman CCTV Mengerikan Pria Terjun dari Lantai 3 PIM 2
Geger! Seorang Pria...
Geger! Seorang Pria Diduga Bunuh Diri di Pondok Indah Mall 2
Pria di Jaksel Tewas...
Pria di Jaksel Tewas dengan Senpi di Tangan
Kasus Anak Bunuh Diri...
Kasus Anak Bunuh Diri di Demak, Selly DPR: Gagalnya Negara Jamin Kesehatan Mental
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Rekomendasi
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
Respons Israel Saat...
Respons Israel Saat Komandan Senior Hamas ‘Bangkit dari Kematian’
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved