Gubernur Jatim Minta Kapal di Ketapang-Gilimanuk Ditambah, Gapasdap Sarankan Tambah Dermaga
Senin, 28 Juli 2025 - 13:32 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Bidang Tarif dan Usaha DPP Gapasdap Rahmatika mengungkapkan kemacetan yang terjadi di Ketapang bukan disebabkan oleh kekurangan kapal melainkan karena keterbatasan jumlah dermaga.
"Sebanyak 56 kapal yang ada saat ini hanya bisa dioperasikan 28 kapal karena keterbatasan dermaga. Bila penambahan kapal tetap dilakukan, hal itu hanya akan menambah deretan kapal-kapal yang menganggur karena tidak memiliki tempat sandaran (dermaga). Artinya, penambahan kapal bukan berarti menambah kapasitas muat atau daya angkut tapi malah menimbulkan antrean panjang operasional kapal karena kekurangan dermaga," ujarnya, Senin (28/7/2025).
Baca juga: Cegah Antrean Panjang Kendaraan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Gapasdap Minta Ini
Alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya menyarankan bahwa sebaiknya bukan menambah kapal melainkan dermaga minimal dua pasang atau maksimal lima pasang untuk mengantisipasi 28 kapal yang menganggur. Sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal, bila 3 pasang dermaga saja sudah 12 kapal yang bisa beroperasi.
“Ngapain tambah kapal, ekonomi kita masih sulit. Dengan penambahan dermaga tersebut sudah bisa mengantisipasi 50% tambahan demand kendaraan sekaligus antisipasi dermaga-dermaga yang banyak rusak saat ini serta adanya jalan Tol Probowangi nantinya,” kata lulusan Magister Transport ITS Surabaya ini.
"Sebanyak 56 kapal yang ada saat ini hanya bisa dioperasikan 28 kapal karena keterbatasan dermaga. Bila penambahan kapal tetap dilakukan, hal itu hanya akan menambah deretan kapal-kapal yang menganggur karena tidak memiliki tempat sandaran (dermaga). Artinya, penambahan kapal bukan berarti menambah kapasitas muat atau daya angkut tapi malah menimbulkan antrean panjang operasional kapal karena kekurangan dermaga," ujarnya, Senin (28/7/2025).
Baca juga: Cegah Antrean Panjang Kendaraan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Gapasdap Minta Ini
Alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya menyarankan bahwa sebaiknya bukan menambah kapal melainkan dermaga minimal dua pasang atau maksimal lima pasang untuk mengantisipasi 28 kapal yang menganggur. Sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal, bila 3 pasang dermaga saja sudah 12 kapal yang bisa beroperasi.
“Ngapain tambah kapal, ekonomi kita masih sulit. Dengan penambahan dermaga tersebut sudah bisa mengantisipasi 50% tambahan demand kendaraan sekaligus antisipasi dermaga-dermaga yang banyak rusak saat ini serta adanya jalan Tol Probowangi nantinya,” kata lulusan Magister Transport ITS Surabaya ini.
Lihat Juga :