Kisah Kaisar Khubilai Khan Gagal Kuasai Selat Malaka Akibat Singasari Tancapkan Kekuasaan

Senin, 28 Juli 2025 - 06:41 WIB
loading...
Kisah Kaisar Khubilai...
Upaya Kaisar Khubilai Khan memperluas wilayah kekuasaannya di Selat Malaka dihadang oleh Kerajaan Singasari di bawah pemerintahan Raja Kertanagara. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
JAKARTA - Upaya Kaisar Khubilai Khan, penguasa Mongol memperluas wilayah kekuasaannya hingga seluruh Benua Asia. Jepang, Korea, hingga semenanjung di selatan China menjadi sasarannya. Kubilai Khan juga berusaha untuk menaklukkan kawasan perdagangan internasional di wilayah Selat Malaka, tapi misinya terhambat.

Selat Malaka kala itu memang sudah dikuasai oleh Kerajaan Singasari di bawah pemerintahan Raja Kertanagara. Saat itu Selat Malaka dengan pelabuhan besarnya di Jambi menjadi sentra perdagangan internasional dan dilintasi berbagai pedagang mancanegara. Tak ayal Singasari begitu berusaha mempertahankan kekuasaannya di sana.

Baca juga: Di Mana Letak Kerajaan Singasari? Ini Penjelasannya

Pengiriman arca AmoghapaƧa pada tahun 1286 mempunyai sangkut paut dengan politik kaisar Khubilai Khan atas penguasaan lautan di sepanjang pantai Asia dan monopoli perniagaan laut.

Raja Kertanagara ingin mencegah menjalarnya kekuasaan Kubilai di daerah Nusantara, dan dipraktekkannya politik paksa untuk mengakui kekuasaan kaisar putra langit di wilayah Nusantara.

Setelah Khubilai mengetahui kekuasaan raja Singasari atas negeri Melayu serta pelabuhannya, ia sadar bahwa kekuasaan itu mengurangi kewibawaannya dan menghalangi penerapan politiknya.

Demikianlah pada tahun 1289, kaisar Kubilai secara langsung mengirim utusan Meng Ki menghadap raja agar di Singasari untuk memaksanya tunduk kepada putra langit, dikutip dari "Tafsir Sejarah Nagarakretagama", dari sejarawan Prof. Slamet Muljana.

Baca juga: Mengungkap Strategi Kertanagara Raja Terbesar Singasari Menyatukan Nusantara

Raja Kertanagara yang sadar akan keagungannya dan kekuasaannya tidak sudi menyerah kepada kemauan Kaisar Khubilai Khan. Permintaan ditolak mentah-mentah Bahkan, Meng Ki disuruh pulang dengan pesan yang ditulis di atas dahinya.

Setelah Kaisar Khubilai Khan melihat utusannya kembali dengan tulisan di atas dahinya, ia sangat marah. Kemudian ia menyiapkan tentaranya yang terdiri dari orang Mongolia untuk menyerang Singasari. Ekspedisi terjadi pada tahun 1292.

Pengiriman tentara Mongolia itu pada hakikatnya tidak ada hubungannya dengan undangan Adipati Wiraraja, dari Sumenep untuk menolong raden Wijaya dalam memerangi raja Jayakatwang di Kediri, seperti diuraikan dalam Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Harsa Wijaya.

Mereka datang di Jawa untuk menghukum Raja Kertanagara atas penghinaan terhadapnya, dan memaksanya untuk tunduk kepada kehendak Kaisar Khubilai Khan.

Menariknya tentara di bawah Kaisar Khubilai Khan asal Mongol tercantum dalam Kakawin Nagarakretagama, Pararaton, Kidung Harsa Wijaya, dan Panji Wijayakrama, dengan sebutan tentara Tartar.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
Rekomendasi
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Berita Terkini
Jalan Jenderal Sudirman...
Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Titik Kantong Parkirnya
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved