Hutan Lestari Sejahterakan Masyarakat Halmahera Barat
Sabtu, 26 Juli 2025 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Aktivitas Vulkanik Meningkat, Zona Bahaya Gunung Ibu di Halmahera Barat Diperluas
Halto bersama anggota kelompok lainnya pun diberikan pelatihan untuk membuat bubuk jahe merah.
“Tadinya ragu, karena pernah gagal, tapi setelah diajarin, hasilnya bagus, warga lain yang tadinya hanya menonton pun ingin belajar juga,” kata Halto.
Dia pun merasa beruntung dengan adanya Proyek SSF yang dapat mengubah cara pandang dan kehidupannya.
“Kami jadi sadar bahwa menjaga hutan bukan cuma urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Sekarang di desa kami sudah banyak lahan kritis yang telah ditanami kembali. Masyarakat juga punya tambahan pendapatan dari hasil hutan bukan kayu seperti buah-buahan, jahe, dan rotan,” ujarnya.
Halto berharap Proyek SSF ini bisa terus berlanjut dan tidak menjadi program sesaat demi memperkuat kelembagaan kelompok.
“Semoga ada dukungan dari pemerintah untuk memperkuat kelembagaan kelompok yang sudah terbentuk, saya juga berharap generasi muda mau melanjutkan ini, karena ada banyak potensi yang terdapat di desa,” kata dia.
Halto merupakan salah seorang penerima manfaat dari Proyek SSF. Penerima manfaat proyek ini adalah masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan yang menjadi area prioritas pengembangan perhutanan sosial, terutama Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).
Halto bersama anggota kelompok lainnya pun diberikan pelatihan untuk membuat bubuk jahe merah.
“Tadinya ragu, karena pernah gagal, tapi setelah diajarin, hasilnya bagus, warga lain yang tadinya hanya menonton pun ingin belajar juga,” kata Halto.
Dia pun merasa beruntung dengan adanya Proyek SSF yang dapat mengubah cara pandang dan kehidupannya.
“Kami jadi sadar bahwa menjaga hutan bukan cuma urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Sekarang di desa kami sudah banyak lahan kritis yang telah ditanami kembali. Masyarakat juga punya tambahan pendapatan dari hasil hutan bukan kayu seperti buah-buahan, jahe, dan rotan,” ujarnya.
Halto berharap Proyek SSF ini bisa terus berlanjut dan tidak menjadi program sesaat demi memperkuat kelembagaan kelompok.
“Semoga ada dukungan dari pemerintah untuk memperkuat kelembagaan kelompok yang sudah terbentuk, saya juga berharap generasi muda mau melanjutkan ini, karena ada banyak potensi yang terdapat di desa,” kata dia.
Halto merupakan salah seorang penerima manfaat dari Proyek SSF. Penerima manfaat proyek ini adalah masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan yang menjadi area prioritas pengembangan perhutanan sosial, terutama Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).
Lihat Juga :