Gunung Ibu di Halmahera Barat Erupsi, Warga Diminta Tidak Beraktivitas di Jarak 2 Km
Minggu, 10 Mei 2026 - 17:42 WIB
loading...
Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Minggu (10/5/2026) pukul 18.20 WIT. Foto/PVMBG
A
A
A
JAKARTA - Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Minggu (10/5/2026). Erupsi terjadi pukul 18.20 WIT.
Namun, tinggi kolom abu tidak teramati. "Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi ± 56 detik," demikian dikutip dari website PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi).
Saat ini, Gunung Ibu berada pada Status Level II/Waspada. Atas peristiwa ini, masyarakat maupun pengunjung di sekitar diminta agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
Baca Juga: 3 Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup Hari Ini
Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, masker dan kacamata
"Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah," pungkasnya.
Namun, tinggi kolom abu tidak teramati. "Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi ± 56 detik," demikian dikutip dari website PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi).
Saat ini, Gunung Ibu berada pada Status Level II/Waspada. Atas peristiwa ini, masyarakat maupun pengunjung di sekitar diminta agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
Baca Juga: 3 Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup Hari Ini
Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, masker dan kacamata
"Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :