Guru Besar Unsoed Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswi
Jum'at, 25 Juli 2025 - 14:17 WIB
loading...
Seorang guru besar Unsoed diduga melakukan pelecehan kepada mahasiswi. Korban diduga lebih dari satu orang dari Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP). Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
A
A
A
SEMARANG - Seorang guru besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah diduga melakukan pelecehan kepada mahasiswi. Korban diduga lebih dari satu orang, berasal dari Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP).
Dugaan ini mencuat setelah ada laporan ke internal kampus, khususnya Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).
Baca juga: Mahasiswa Asal Sudan Raih Gelar Doktor dari Unsoed
Tim internal telah dibentuk untuk menindaklanjuti kasus ini. Tim pemeriksa yang terdiri dari 7 orang untuk menuntaskan kasus dugaan kekerasan seksual ini.
Dekan Fisip Unsoed Slamet Riyadi belum merespons permintaan konfirmasi hal ini saat dikirimi pesan WhatsApp.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Kuat Puji Prayitno mengemukakan tim pemeriksa telah bekerja melakukan pendalaman kasus itu.
"Yang utama saya tegaskan bahwa Unsoed berkomitmen penyelesaian kasus-kasus kekerasan seksual," kata Kuat pada keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (25/7/2025) siang.
Pihaknya telah memanggil Ketua Satgas PPK Unsoed selaku penerima laporan dan juga memanggil terlapor.
"Saat ini masih dilakukan pendalaman," lanjut dia.
Baca juga: Lulus Cum Laude, Samini Jadi Wisudawan Terbaik Unsoed
Prof. Kuat belum dapat memberikan kesimpulan terkait dengan kasus dugaan kekerasan seksual tersebut, karena masih dalam proses pendalaman.
“Jadi sampai sekarang belum ada kesimpulannya, sebab masih dalam proses pendalaman,” kata Prof Kuat yang juga Ketua Tim Pemeriksa tersebut.
Unsoed, lanjutnya, akan cermat dan berhati-hati terkait dengan penyelesaian dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi. Selanjutnya Tim Pemeriksa masih akan melanjutkan pendalaman dengan memanggil para saksi dan tenaga ahli jika diperlukan.
“Kami sampaikan, jangan menyangsikan keseriusan Unsoed dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi di kampus. Karena selama ini sudah banyak kasus yang diselesaikan dengan baik. Kami tegaskan, Unsoed berkomitmen sebagai kampus anti kekerasan seksual. Karenanya, kami akan menuntaskan kasus ini,” tegasnya.
Dugaan ini mencuat setelah ada laporan ke internal kampus, khususnya Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).
Baca juga: Mahasiswa Asal Sudan Raih Gelar Doktor dari Unsoed
Tim internal telah dibentuk untuk menindaklanjuti kasus ini. Tim pemeriksa yang terdiri dari 7 orang untuk menuntaskan kasus dugaan kekerasan seksual ini.
Dekan Fisip Unsoed Slamet Riyadi belum merespons permintaan konfirmasi hal ini saat dikirimi pesan WhatsApp.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Kuat Puji Prayitno mengemukakan tim pemeriksa telah bekerja melakukan pendalaman kasus itu.
"Yang utama saya tegaskan bahwa Unsoed berkomitmen penyelesaian kasus-kasus kekerasan seksual," kata Kuat pada keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (25/7/2025) siang.
Pihaknya telah memanggil Ketua Satgas PPK Unsoed selaku penerima laporan dan juga memanggil terlapor.
"Saat ini masih dilakukan pendalaman," lanjut dia.
Baca juga: Lulus Cum Laude, Samini Jadi Wisudawan Terbaik Unsoed
Prof. Kuat belum dapat memberikan kesimpulan terkait dengan kasus dugaan kekerasan seksual tersebut, karena masih dalam proses pendalaman.
“Jadi sampai sekarang belum ada kesimpulannya, sebab masih dalam proses pendalaman,” kata Prof Kuat yang juga Ketua Tim Pemeriksa tersebut.
Unsoed, lanjutnya, akan cermat dan berhati-hati terkait dengan penyelesaian dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi. Selanjutnya Tim Pemeriksa masih akan melanjutkan pendalaman dengan memanggil para saksi dan tenaga ahli jika diperlukan.
“Kami sampaikan, jangan menyangsikan keseriusan Unsoed dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi di kampus. Karena selama ini sudah banyak kasus yang diselesaikan dengan baik. Kami tegaskan, Unsoed berkomitmen sebagai kampus anti kekerasan seksual. Karenanya, kami akan menuntaskan kasus ini,” tegasnya.
(shf)
Lihat Juga :