Perselisihan Agama di Kerajaan Majapahit Berujung Hilang Arca di Candi Peribadatan
Kamis, 24 Juli 2025 - 08:50 WIB
loading...
A
A
A
Sejarawan Prof. Slamet Muljana pada bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama", informasi itu kemudian didapat Mpu Prapanca dan membuatnya sebagai penganut agama Buddha protes ke Hayam Wuruk. Informasi yang diterima Prapanca, arca itu dikeluarkan oleh penganut Siwa. Tapi ia tak mau menuduh siapa orangnya.
Baca juga: Kisah Mpu Winada, Pujangga Kerajaan Majapahit Rela Bagikan Harta demi Cari Kebahagiaan Jadi Pertapa
Pada zaman pemerintahan Sri Rajasanagara, agama Siwa dijadikan agama negara, rajanya juga memeluk agama Siwa dan berulang kali disebut Girinata. Sementara agama Buddha agak dikesampingkan yang memunculkan sedikit friksi di sosial kemasyarakatan.
Hilangnya arca Aksobya adalah suatu bukti adanya perasaan tidak senang dari pihak pemeluk agama Siwa kepada agama Budha. Ada persaingan antara agama Budha dan agama Siwa dalam kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Bukti persaingan itu dicatatkan sejarawan Prof. Poerbatjaraka, dalam disertasinya.
Peristiwa hilangnya arca itu pun memantik kritikan hingga sindiran dari Prapanca. Ia merasa kecewa dengan sikap pemimpin Majapahit kala itu. Begitulah dikisahkan Prof. Slamet Muljana, Prapanca menjadi korban dari perselisihan agama Buddha dan Siwa. Hal itu membuatnya memilih meninggalkan istana kerajaan dan hidup di lereng Gunung Kamalasana, untuk bertapa.
Baca juga: Kisah Mpu Winada, Pujangga Kerajaan Majapahit Rela Bagikan Harta demi Cari Kebahagiaan Jadi Pertapa
Pada zaman pemerintahan Sri Rajasanagara, agama Siwa dijadikan agama negara, rajanya juga memeluk agama Siwa dan berulang kali disebut Girinata. Sementara agama Buddha agak dikesampingkan yang memunculkan sedikit friksi di sosial kemasyarakatan.
Hilangnya arca Aksobya adalah suatu bukti adanya perasaan tidak senang dari pihak pemeluk agama Siwa kepada agama Budha. Ada persaingan antara agama Budha dan agama Siwa dalam kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Bukti persaingan itu dicatatkan sejarawan Prof. Poerbatjaraka, dalam disertasinya.
Peristiwa hilangnya arca itu pun memantik kritikan hingga sindiran dari Prapanca. Ia merasa kecewa dengan sikap pemimpin Majapahit kala itu. Begitulah dikisahkan Prof. Slamet Muljana, Prapanca menjadi korban dari perselisihan agama Buddha dan Siwa. Hal itu membuatnya memilih meninggalkan istana kerajaan dan hidup di lereng Gunung Kamalasana, untuk bertapa.
(cip)
Lihat Juga :