Perselisihan Agama di Kerajaan Majapahit Berujung Hilang Arca di Candi Peribadatan
Kamis, 24 Juli 2025 - 08:50 WIB
loading...
Hubungan renggang antaragama pernah terjadi di masa pemerintahan Hayam Wuruk sebagai Raja Majapahit. Foto/SindoNews
A
A
A
SEMARANG - Hubungan renggang antaragama pernah terjadi di masa pemerintahan Hayam Wuruk sebagai Raja Majapahit . Saat itu Hayam Wuruk yang memeluk agama Hindu Siwa, mendapati fakta bahwa ada hubungan kurang harmonis dengan pemeluk agama Buddha.
Kekurangan harmonisnya hubungan itu dikarenakan hilangnya arca penting bagi umat Buddha. Mpu Prapanca menjelaskan, dalam Kakawin Nagarakretagama pada Pupuh 56 dan 57, perihal hilangnya arca bernama Aksobya dari candi Siwa Buddha, yang didirikan oleh Sri Kertanagara.
Pada candi itu terdapat dua arca, yakni arca Siwa dan Arca Aksobya. Ada pendeta Budha masyhur bernama Pada-paduka yang senang berziarah ke tempat suci. Ia masuk ke dalam candi Siwa-Budha dan dengan khidmat ia menyembah.
Baca juga: Kisah Keindahan Asrama Sagara Taman di Tengah Hutan, Bangunan Hilang dari Kerajaan Majapahit
Lantas penjaga candi yang menjumpai sang pendeta itu menanyakan ke pendeta Buddha itu mengapa menyembah arca agama Siwa. Ia lantas menjawab bahwa sebenarnya di dalam candi itu ada sebuah arca bernama Aksobya, tapi saat ia tiba ke sekian kalinya arca itu raib.
Sejarawan Prof. Slamet Muljana pada bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama", informasi itu kemudian didapat Mpu Prapanca dan membuatnya sebagai penganut agama Buddha protes ke Hayam Wuruk. Informasi yang diterima Prapanca, arca itu dikeluarkan oleh penganut Siwa. Tapi ia tak mau menuduh siapa orangnya.
Baca juga: Kisah Mpu Winada, Pujangga Kerajaan Majapahit Rela Bagikan Harta demi Cari Kebahagiaan Jadi Pertapa
Pada zaman pemerintahan Sri Rajasanagara, agama Siwa dijadikan agama negara, rajanya juga memeluk agama Siwa dan berulang kali disebut Girinata. Sementara agama Buddha agak dikesampingkan yang memunculkan sedikit friksi di sosial kemasyarakatan.
Hilangnya arca Aksobya adalah suatu bukti adanya perasaan tidak senang dari pihak pemeluk agama Siwa kepada agama Budha. Ada persaingan antara agama Budha dan agama Siwa dalam kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Bukti persaingan itu dicatatkan sejarawan Prof. Poerbatjaraka, dalam disertasinya.
Peristiwa hilangnya arca itu pun memantik kritikan hingga sindiran dari Prapanca. Ia merasa kecewa dengan sikap pemimpin Majapahit kala itu. Begitulah dikisahkan Prof. Slamet Muljana, Prapanca menjadi korban dari perselisihan agama Buddha dan Siwa. Hal itu membuatnya memilih meninggalkan istana kerajaan dan hidup di lereng Gunung Kamalasana, untuk bertapa.
Kekurangan harmonisnya hubungan itu dikarenakan hilangnya arca penting bagi umat Buddha. Mpu Prapanca menjelaskan, dalam Kakawin Nagarakretagama pada Pupuh 56 dan 57, perihal hilangnya arca bernama Aksobya dari candi Siwa Buddha, yang didirikan oleh Sri Kertanagara.
Pada candi itu terdapat dua arca, yakni arca Siwa dan Arca Aksobya. Ada pendeta Budha masyhur bernama Pada-paduka yang senang berziarah ke tempat suci. Ia masuk ke dalam candi Siwa-Budha dan dengan khidmat ia menyembah.
Baca juga: Kisah Keindahan Asrama Sagara Taman di Tengah Hutan, Bangunan Hilang dari Kerajaan Majapahit
Lantas penjaga candi yang menjumpai sang pendeta itu menanyakan ke pendeta Buddha itu mengapa menyembah arca agama Siwa. Ia lantas menjawab bahwa sebenarnya di dalam candi itu ada sebuah arca bernama Aksobya, tapi saat ia tiba ke sekian kalinya arca itu raib.
Sejarawan Prof. Slamet Muljana pada bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama", informasi itu kemudian didapat Mpu Prapanca dan membuatnya sebagai penganut agama Buddha protes ke Hayam Wuruk. Informasi yang diterima Prapanca, arca itu dikeluarkan oleh penganut Siwa. Tapi ia tak mau menuduh siapa orangnya.
Baca juga: Kisah Mpu Winada, Pujangga Kerajaan Majapahit Rela Bagikan Harta demi Cari Kebahagiaan Jadi Pertapa
Pada zaman pemerintahan Sri Rajasanagara, agama Siwa dijadikan agama negara, rajanya juga memeluk agama Siwa dan berulang kali disebut Girinata. Sementara agama Buddha agak dikesampingkan yang memunculkan sedikit friksi di sosial kemasyarakatan.
Hilangnya arca Aksobya adalah suatu bukti adanya perasaan tidak senang dari pihak pemeluk agama Siwa kepada agama Budha. Ada persaingan antara agama Budha dan agama Siwa dalam kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Bukti persaingan itu dicatatkan sejarawan Prof. Poerbatjaraka, dalam disertasinya.
Peristiwa hilangnya arca itu pun memantik kritikan hingga sindiran dari Prapanca. Ia merasa kecewa dengan sikap pemimpin Majapahit kala itu. Begitulah dikisahkan Prof. Slamet Muljana, Prapanca menjadi korban dari perselisihan agama Buddha dan Siwa. Hal itu membuatnya memilih meninggalkan istana kerajaan dan hidup di lereng Gunung Kamalasana, untuk bertapa.
(cip)
Lihat Juga :