Gubernur Jabar Umumkan 3 Penumpang KRL Bogor-Jakarta Positif COVID-19
Senin, 04 Mei 2020 - 00:31 WIB
loading...
Tiga penumpang KRL Commuterline yang sempat menjalani PCR Swab Test di Stasiun Bogor, Senin (27/4) hasilnya dinyatakan positif terpapar Corona. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
BOGOR - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam akun pribadi Twitternya mengumumkan 3 dari 325 penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline yang sempat menjalani polymerase chain reaction (PCR) Swab Test di Stasiun Bogor, Senin (27/4) hasilnya dinyatakan positif terpapar Corona Virus Disease (Covid-19), Minggu (3/5) malam.
"3 positif covid dari 325 penumpang KRL Bogor-Jakarta yang kami sampling dengan test swab PCR (di Stasiun Bogor)," kata Emil begitu biasa disapa Ridwan Kamil dalam cuitannya Minggu (3/5/2020) malam.
Ia menambahkan, dengan adanya kasus positif dari penumpang KRL Commuterline membuktikan bahwa transportasi publik berbasis rel yang selama ini jadi primadona warga Jabodetabek itu sangat rentan terjadi penularan Covid-19 dan mengancam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Ini artinya KRL yang masih padat bisa menjadi transportasi Orang Tanpa Gejala (OTG) pembawa virus. PSBB bisa gagal. Saya sudah laporkan ke gugus tugas pusat dan kemenhub. Semoga ada respon terukur dari pihak operator KRL.Waalaikumsalam Wrwb," ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Pemkot Bogor belum bisa memastikan apakah 3 dari 325 penumpang KRL yang positif itu berasal atau berdomisili di Kota Bogor."Iya sedang kita telusuri dulu. Kita pastikan dulu yah," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno saat dikonfirmasi SINDOnews.com, Minggu (3/5/2020) malam.
"3 positif covid dari 325 penumpang KRL Bogor-Jakarta yang kami sampling dengan test swab PCR (di Stasiun Bogor)," kata Emil begitu biasa disapa Ridwan Kamil dalam cuitannya Minggu (3/5/2020) malam.
Ia menambahkan, dengan adanya kasus positif dari penumpang KRL Commuterline membuktikan bahwa transportasi publik berbasis rel yang selama ini jadi primadona warga Jabodetabek itu sangat rentan terjadi penularan Covid-19 dan mengancam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Ini artinya KRL yang masih padat bisa menjadi transportasi Orang Tanpa Gejala (OTG) pembawa virus. PSBB bisa gagal. Saya sudah laporkan ke gugus tugas pusat dan kemenhub. Semoga ada respon terukur dari pihak operator KRL.Waalaikumsalam Wrwb," ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Pemkot Bogor belum bisa memastikan apakah 3 dari 325 penumpang KRL yang positif itu berasal atau berdomisili di Kota Bogor."Iya sedang kita telusuri dulu. Kita pastikan dulu yah," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno saat dikonfirmasi SINDOnews.com, Minggu (3/5/2020) malam.
Lihat Juga :