Kebakaran 10 Jam di Tambora, BPBD: 86 Rumah Ludes, Ratusan Warga Mengungsi
Selasa, 22 Juli 2025 - 06:52 WIB
loading...
Kebakaran hebat di kawasan permukiman padat penduduk Jalan Pasar Garuda, Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat baru dapat dipadamkan setelah 10 jam berkobar. Foto/Dok.BPBD Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Kebakaran hebat di kawasan permukiman padat penduduk Jalan Pasar Garuda, Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat pada Senin (21/7/2025) baru dapat dipadamkan setelah kurang lebih 10 jam berkobar. Kapusdatin BPBD Jakarta, M Yohan mengatakan setidaknya puluhan rumah tinggal di permukiman padat penduduk itu ludes terbakar sehingga membuat ratusan Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi.
"Objek terdampak 86 rumah tinggal (data sementara), 100 KK atau 400 jiwa. Lokasi pengungsian di Balai Warga RW 02 Eks Puskesmas," kata Yohan saat dikonfirmasi, Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Kebakaran Tambora, Ibu dan Dua Anaknya Ditemukan Tewas Berpelukan
Yohan menambahkan sejumlah orang menjadi korban luka ringan dan telah ditangani petugas medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta. "7 luka ringan sudah tertangani," ucapnya.
Yohan menyebut bahwa BPBD Jakarta mendistribusikan logistik dan bantuan hidup dasar kepada para penyintas dengan rincian, air mineral (35 dus), kidsware (35 paket), matras (10 Lembar), terpal (10 lembar). Selain itu, tenda pengungsi dua unit, tenda pos lapangan 1 unit, papan tulis dan lainnya juga telah dikerahkan ke lokasi kebakaran Tambora.
Sebelumnya, kebakaran puluhan rumah tinggal di permukiman padat penduduk di Jalan Pasar Garuda KH. Moh Mansyur, Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat berhasil dipadamkan setelah 10 jam lebih berkobar pada Senin (21/7) sejak pukul 08.35 WIB hingga selesai dipadamkan pukul 18.16 WIB.
Baca juga: 5 Tewas Kebakaran Tambora: Ketika Teriakan Minta Tolong Terhalang Rapatnya Pagar Rumah
Adapun kebakaran diduga akibat warga sedang memasak ditinggal dan terjadi pengalaman api.
"Pemadaman selesai (hijau). Dugaan penyebab warga memasak dan terlupa di tinggal pergi," tulis laporan Command Center Disgulkarmat Jakarta.
Puluhan unit damkar dan ratusan personel dikerahkan dalam proses pemadaman tersebut. Adapun titik api muncul dari salah satu rumah warga dan tidak bisa dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
"Pengerahan 29 unit dan 145 personil. Warga melihat api yang sudah membesar yang bersumber dari salah satu rumah warga yang berstatus sudah tidak bisa di padamkan menggunakan APAR. Melihat situasi api yang semakin membesar dan tak terkendali salah satu warga kemudian berinisiatif mendatangi Damkar Pos Krendang. Luas area kurang lebih 3.000 meter persegi," jelasnya.
"Objek terdampak 86 rumah tinggal (data sementara), 100 KK atau 400 jiwa. Lokasi pengungsian di Balai Warga RW 02 Eks Puskesmas," kata Yohan saat dikonfirmasi, Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Kebakaran Tambora, Ibu dan Dua Anaknya Ditemukan Tewas Berpelukan
Yohan menambahkan sejumlah orang menjadi korban luka ringan dan telah ditangani petugas medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta. "7 luka ringan sudah tertangani," ucapnya.
Yohan menyebut bahwa BPBD Jakarta mendistribusikan logistik dan bantuan hidup dasar kepada para penyintas dengan rincian, air mineral (35 dus), kidsware (35 paket), matras (10 Lembar), terpal (10 lembar). Selain itu, tenda pengungsi dua unit, tenda pos lapangan 1 unit, papan tulis dan lainnya juga telah dikerahkan ke lokasi kebakaran Tambora.
Sebelumnya, kebakaran puluhan rumah tinggal di permukiman padat penduduk di Jalan Pasar Garuda KH. Moh Mansyur, Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat berhasil dipadamkan setelah 10 jam lebih berkobar pada Senin (21/7) sejak pukul 08.35 WIB hingga selesai dipadamkan pukul 18.16 WIB.
Baca juga: 5 Tewas Kebakaran Tambora: Ketika Teriakan Minta Tolong Terhalang Rapatnya Pagar Rumah
Adapun kebakaran diduga akibat warga sedang memasak ditinggal dan terjadi pengalaman api.
"Pemadaman selesai (hijau). Dugaan penyebab warga memasak dan terlupa di tinggal pergi," tulis laporan Command Center Disgulkarmat Jakarta.
Puluhan unit damkar dan ratusan personel dikerahkan dalam proses pemadaman tersebut. Adapun titik api muncul dari salah satu rumah warga dan tidak bisa dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
"Pengerahan 29 unit dan 145 personil. Warga melihat api yang sudah membesar yang bersumber dari salah satu rumah warga yang berstatus sudah tidak bisa di padamkan menggunakan APAR. Melihat situasi api yang semakin membesar dan tak terkendali salah satu warga kemudian berinisiatif mendatangi Damkar Pos Krendang. Luas area kurang lebih 3.000 meter persegi," jelasnya.
(shf)
Lihat Juga :