Tolak Relokasi, Ribuan Warga Tesso Nilo Geruduk Kantor Gubernur Riau
Senin, 21 Juli 2025 - 16:41 WIB
loading...
Ribuan masyarakat dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Pelalawan, Riau, menggelar aksi demonstrasi besar-besaran ke Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru, Senin (21/7/2025). Foto/Banda Haruddin Tanjung
A
A
A
PEKANBARU - Ribuan masyarakat dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Pelalawan, Riau, menggelar aksi demonstrasi besar-besaran ke Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru, Senin (21/7/2025). Mereka menuntut pemerintah untuk membatalkan rencana relokasi warga dan kebun sawit yang berada di dalam area taman nasional tersebut.
Aksi massa yang dimulai sejak pagi hari ini berlangsung dengan penjagaan ketat dari pihak Kepolisian. Petugas bahkan harus memasang pagar berduri untuk mengamankan area sekitar Kantor Gubernur, mengantisipasi kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca juga: 5 Fakta Pembantaian Gajah Rahman Berusia 46 Tahun Oleh Pemburu Liar di Taman Nasional Tesso Nilo
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, perwakilan warga dengan tegas menyuarakan penolakan mereka terhadap kebijakan relokasi.
Mereka mendesak agar pihak Pusat Konservasi Hutan (PKH) mengurungkan niat untuk memindahkan warga serta membongkar perkebunan sawit yang telah menjadi mata pencarian utama bagi ribuan kepala keluarga selama bertahun-tahun.
"Kami tidak mau direlokasi mandiri. Di mana PKH memberi waktu bulan Agustus ini agar semua warga direlokasi," kata Wandri Saputra Simbolon, perwakilan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (APPM) Senin.
Dia menegaskan bahwa masyarakat tidak akan pergi lokasi. Mereka menilai bahwa lahan yang mereka tempati tempat kami mencari nafkah. "Pemerintah harus mendengarkan suara rakyat, bukan malah menindas kami dengan kebijakan yang merugikan kami," tambahnya.
Baca juga: Polres Pelalawan Selidiki Pelaku Karhutla di Taman Nasional Tesso Nillo
Setelah berdemo, mereka melakukan pertemuan dengan perwakilan pemerintah gubernur, pemerintah Kabupaten Pelalawan,polisi dan TNI.
"Tadi putusan sementara bahwa warga akan didata. Pendataan warga akan diberi lebel kop yang akan dirilis media pemerintah," ucapnya.
Saat ini Pemerintah melalui PKH terus menertibkan kaswasan TNTN. Pemrintahnya menyatakan bahwa banyak TNTN dijadikan kebun sawit dan pemukiman. Sedikitnya ada 85 ribu hektare sawit dan pemukiman yang ada dalam TNTN.
Aksi massa yang dimulai sejak pagi hari ini berlangsung dengan penjagaan ketat dari pihak Kepolisian. Petugas bahkan harus memasang pagar berduri untuk mengamankan area sekitar Kantor Gubernur, mengantisipasi kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca juga: 5 Fakta Pembantaian Gajah Rahman Berusia 46 Tahun Oleh Pemburu Liar di Taman Nasional Tesso Nilo
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, perwakilan warga dengan tegas menyuarakan penolakan mereka terhadap kebijakan relokasi.
Mereka mendesak agar pihak Pusat Konservasi Hutan (PKH) mengurungkan niat untuk memindahkan warga serta membongkar perkebunan sawit yang telah menjadi mata pencarian utama bagi ribuan kepala keluarga selama bertahun-tahun.
"Kami tidak mau direlokasi mandiri. Di mana PKH memberi waktu bulan Agustus ini agar semua warga direlokasi," kata Wandri Saputra Simbolon, perwakilan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (APPM) Senin.
Dia menegaskan bahwa masyarakat tidak akan pergi lokasi. Mereka menilai bahwa lahan yang mereka tempati tempat kami mencari nafkah. "Pemerintah harus mendengarkan suara rakyat, bukan malah menindas kami dengan kebijakan yang merugikan kami," tambahnya.
Baca juga: Polres Pelalawan Selidiki Pelaku Karhutla di Taman Nasional Tesso Nillo
Setelah berdemo, mereka melakukan pertemuan dengan perwakilan pemerintah gubernur, pemerintah Kabupaten Pelalawan,polisi dan TNI.
"Tadi putusan sementara bahwa warga akan didata. Pendataan warga akan diberi lebel kop yang akan dirilis media pemerintah," ucapnya.
Saat ini Pemerintah melalui PKH terus menertibkan kaswasan TNTN. Pemrintahnya menyatakan bahwa banyak TNTN dijadikan kebun sawit dan pemukiman. Sedikitnya ada 85 ribu hektare sawit dan pemukiman yang ada dalam TNTN.
(shf)
Lihat Juga :