KDM Didemo Ratusan Pekerja Pariwisata Jabar, Tuntut Pencabutan Larangan Study Tour

Senin, 21 Juli 2025 - 12:54 WIB
loading...
KDM Didemo Ratusan Pekerja...
Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB) menggeruduk Gedung Sate dan DPRD Jabar menuntut Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) mencabut larangan study tour keluar daerah, Senin (21/7/2025). Foto/Agus Warsudi
A A A
BANDUNG - Massa yang menamakan diri Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB) menggeruduk Gedung Sate dan DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (21/7/2025). Mereka menuntut Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) mencabut larangan study tour keluar daerah.

Pantauan SindoNews di Gedung Sate, para pekerja dan pelaku usaha pariwisata datang dengan menumpang bus pariwisata. Saat tiba, bus-bus pariwisata diparkir di Jalan Diponegoro.

Baca juga: Profil SMAN 6 Depok yang Kepala Sekolahnya Dicopot Dedi Mulyadi Gegara Study Tour

Kemudian, mereka berorasi di depan Gedung Sate. Bahkan mereka pun membunyikan suara klakson telolet membuat suasana unjuk rasa semakin meriah.



Koordinator aksi solidaritas P3JB Herdi Sudardja mengatakan, para pekerja pariwisata menuntut Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mencabut larangan studi tur di Jawa Barat.

"Tuntutan kami hanya satu. Cabut larangan gubernur kegiatan studi tur sekolah dari Jawa Barat keluar daerah," kata Herdi, Senin (21/7/2025).

Herdi menyatakan, mereka yang mengikuti aksi berasal dari berbagai elemen usaha transportasi pariwisata serta pekerjanya, travel agen, sektor UMKM. P3JB berharap dapat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat untuk menyampaikan aspirasi tersebut.

Baca juga: Dedi Mulyadi Larang Adanya Sumbangan di Jalan Raya Mulai Hari Ini

"Kita sudah melakukan beberapa upaya, termasuk audensi, termasuk para pengusaha dari sektor transformasi pariwisata Jabar, sudah melayangkan surat yang saya dapat info ke Gubernur pada bulan Mei 2025. Saat itu tidak direspon oleh yang bersangkutan oleh Gubernur," ujar Herdi.

Dia menuturkan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi pilih kasih dengan masyarakat. Sebab, Dedi Mulyadi justru enggan bertemu dengan pelaku usaha dan pekerja pariwisata.

"Gubernur Jabar ini sepertinya ingin bertemu dan selalu memilih oligarki. Dengan si a, si b, katakanlah mau bertemu, tapi dengan pengusaha dari sektor pariwisata tidak mau bertemu," kritiknya.

Herdi mengatakan, jika belum bisa bertemu Gubernur Jabar, P3JB bakal menyiapkan rencana berikutnya dengan massa yang lebih besar. Aksi saat ini hanya diikuti 10 persen dari total seluruh pekerja pariwisata di Jawa Barat.

"Kalau total saya bilang tadi, yang bekerja di sektor ini di Jawa Barat sekitar 8.000. Itu yang formal. Yang informal itu sekitar 5.000. Yang berarti ada 13.000. Yang bekerja di sektor transportasi rata-rata informal," ucap Herdi.

Dampak kebijakan Dedi Mulyadi melarang study tour, ujar Herdi, terjadi penurunan drastis order. Mereka yang menikmati pariwisata di Jawa Barat didominasi dari studi tur.

"Saya katakan menu utama Jabar itu, jangan ada yang membantah. Karena Jabar bukan Bali. Menu utama Bali itu wisatawan asing. Menu utama Jawa Barat itu adalah wisatawan, studi tur, anak-anak sekolah yang jumlahnya cukup besar, potensi pasarnya sangat besar," ujar dia.

Saat Covid-19, tutur Herdi, ada bantuan dari pemerintah saat pariwisata lumpuh. Namun, saat kebijakan Dedi Mulyadi diberlakukan, tidak ada solusi dan kompensasi yang diberikan.

Slamet (37), pekerja bus pariwisata Bukit Jaya mengatakan, sejak kebijakan larangan studi tur diberlakukan dirinya lebih banyak nganggur. Padahal sebelum kebijakan tersebut dibuat, ia mengaku dapat beroperasi sebulan 12 kali.

"Seminggu tiga kali. Sebulan 12 kali berangkat. Sekali trip Rp500 ribu. Sebulan bisa dapat Rp4 juta, sekarang sejuta gak nyampe," kata Slamet.

Di tengah situasi tersebut, ujar Slamet, bekerja serabutan untuk menyambung hidup seperti menjadi sopir truk.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Demo Mahasiswa, Polisi...
Demo Mahasiswa, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas hingga Kerahkan Ribuan Pasukan
3.067 Personel Polri...
3.067 Personel Polri Dikerahkan Amankan Demo di Jakpus Hari Ini
Respons Dedi Mulyadi...
Respons Dedi Mulyadi soal Siswa SMK Purwakarta Olok-olok Guru
50.000 Buruh Bakal Demo...
50.000 Buruh Bakal Demo di DPR saat May Day 2026, Ini 6 Tuntutannya
9 Demo Terbesar dalam...
9 Demo Terbesar dalam Sejarah AS: 'No Kings' Pecah Rekor 8 Juta Demonstran dalam Sehari
Rekomendasi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved