Jakarta Kembali PSBB, DPRD Minta Anies Tidak Sepelekan Klaster Transportasi Umum

Rabu, 09 September 2020 - 22:38 WIB
loading...
Jakarta Kembali PSBB,...
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meminta tidak menyepelekan penularan Covid-19 di transportasi umum. Foto: SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meminta tidak menyepelekan penularan Covid-19 di transportasi umum. Kent menyayangkan pernyataan Gubernur Anies Baswedan yang menyebut penularan Covid-19 di transportasi umum berisiko kecil.

"Sangat disayangkan pernyataan dari seorang gubernur seperti itu. Faktanya penyebaran Covid-19 masih terus terjadi di transportasi umum. Salah satu akibat dari penyebaran di transportasi umum adalah klaster perkantoran," ujar Kent dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/9/2020). (Baca juga: Tambah 1.026 per Hari, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Nyaris Tembus 50.000)

Menurut anggota Fraksi PDIP ini, masih banyak warga DKI Jakarta yang menggunakan transportasi umum tidak mengindahkan protokol kesehatan. Untuk itu, Kent meminta Anies membeberkan kajian ilmiahnya bahwa penularan virus Corona di transportasi umum berisiko kecil. "Darimana datanya? Jika ada silakan dipaparkan. Kenyataannya bahwa kendaraan umum merupakan tempat penyebaran Covid-19 paling parah," tegas Kent.

Ia pun menantang Anies agar mau menggunakan transportasi umum jika ingin beraktivitas selama sebulan lamanya. Hal itu supaya bisa benar-benar melihat dan merasakan situasi di dalam kendaraan umum, bahwa kenyataannya seperti apa.

Kent menyebutkan, transportasi umum menjadi salah satu penyumbang terbesar penyebaran Covid-19. Hal itu berdasarkan temuan dari Satgas Covid-19. Banyak pekerja klaster perkantoran terpapar pada saat di kendaraan umum. (Baca juga: DKI Rem Darurat PSBB Transisi, Anies: Semua Kegiatan Kembali Dikerjakan di Rumah)

Atas dasar itu, kata dia, bisa menjadi pertimbangan Pemprov DKI agar kebijakan ganjil genap motor tidak diberlakukan. ”Sudahlah, ikuti saja arahan apa yang sudah disampaikan Satgas Covid-19, jangan ngeyel. Dan seharusnya juga Pemprov DKI harus bisa berintegrasi dengan daerah-daerah penyangga atau stakeholder terkait dengan moda transportasi umum, agar bisa meningkatkan pengawasan protokol kesehatan secara fokus, termasuk soal pembatasan kapasitas penumpang,” tandasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dinkes DKI Jakarta Laporkan...
Dinkes DKI Jakarta Laporkan 2 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia
Wapres: Songsong 2023...
Wapres: Songsong 2023 dengan Optimisme dan Keyakinan
Misa Natal di Gereja...
Misa Natal di Gereja Katedral Tetap Terapkan Prokes Covid-19, Jemaat Dibatasi 2.500 Orang
Rekomendasi
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Berita Terkini
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Infografis
Aturan Berbuka Puasa...
Aturan Berbuka Puasa di Dalam Transportasi Umum Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved