Jadikan Indonesia Pusat Batik Dunia, TBIG Tingkatkan Kapasitas Pembatik Muda
Jum'at, 18 Juli 2025 - 22:26 WIB
loading...
A
A
A
Program terdiri dari pelatihan satu bulan dan pendampingan selama 12 bulan. Di dalamnya, peserta akan dibekali keterampilan produksi, manajemen usaha mikro, hingga Sistem Teknologi Administrasi Keuangan (SAKU) yang mempermudah pencatatan dan pengelolaan bisnis.
“Anak muda memiliki potensi daya cipta yang luar biasa. Kami hanya perlu memberikan kesempatan, infrastruktur, dan pengetahuan,” ungkap Lie Si An. Ia juga menegaskan pentingnya koperasi dalam memperkuat ekonomi akar rumput.
Presiden Direktur TBIG, Herman Setya Budi, menyampaikan kedua program ini adalah investasi sosial jangka panjang. “Kami tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur budaya dan ekonomi kreatif. Melalui dua fellowship ini, kami ingin memastikan generasi muda memiliki akses terhadap keterampilan, pendampingan, dan dukungan konkret untuk berkontribusi bagi masa depan bangsa,” ujarnya.
Pelaksanaan program di Pekalongan juga mencerminkan upaya strategis TBIG untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pendekatan inklusif dan berkelanjutan.
“Anak muda memiliki potensi daya cipta yang luar biasa. Kami hanya perlu memberikan kesempatan, infrastruktur, dan pengetahuan,” ungkap Lie Si An. Ia juga menegaskan pentingnya koperasi dalam memperkuat ekonomi akar rumput.
Presiden Direktur TBIG, Herman Setya Budi, menyampaikan kedua program ini adalah investasi sosial jangka panjang. “Kami tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur budaya dan ekonomi kreatif. Melalui dua fellowship ini, kami ingin memastikan generasi muda memiliki akses terhadap keterampilan, pendampingan, dan dukungan konkret untuk berkontribusi bagi masa depan bangsa,” ujarnya.
Pelaksanaan program di Pekalongan juga mencerminkan upaya strategis TBIG untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pendekatan inklusif dan berkelanjutan.
(cip)
Lihat Juga :