Keterlaluan! Nenek 84 Tahun Dipukuli dan Disekap saat Akan Salat Tahajud
Kamis, 17 Juli 2025 - 14:13 WIB
loading...
Seorang nenek Guslina (84), yang tinggal seorang diri di Kota Padang terluka setelah dipukuli dan disekap oleh pelaku saat akan menjalankan salat Tahajud. Foto/Rus Akbar
A
A
A
PADANG - Seorang nenek bernama Guslina (84), yang tinggal seorang diri di Kota Padang, Sumatera Barat mengalami luka-luka setelah dipukuli dan disekap pelaku yang menyelinap masuk ke rumahnya. Aksi penganiayaan berlangsung saat korban akan menunaikan salat Tahajud.
Penganiayaan brutal itu terjadi di rumah korban, Perumdam 34, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Kamis (17/7/2025) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.
Baca juga: Pemuda Bejat di Mojokerto Ini Bunuh dan Perkosa Nenek-Nenek
Korban Guslina (84), seorang lansia yang tinggal seorang diri, mengalami luka serius setelah disekap dan dianiaya pelaku yang menyelinap masuk ke rumahnya.
Kanit Reskrim Polsek Koto Tangah, Iptu Jamaldi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban kehilangan lima kalung emas, dua cincin emas, dan uang tunai sekitar Rp160 ribu. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp28 juta.
Peristiwa bermula saat korban bangun untuk menunaikan salat Tahajud. Ia curiga karena lampu rumah yang biasanya menyala tiba-tiba padam. Begitu membuka pintu kamar, seorang pelaku langsung membekap wajahnya dengan kain dan memukulnya hingga tersungkur.
Baca juga: Jagat Sosmed Heboh, Perjaka Nikahi Nenek-nenek di OKI Sumsel
“Mata ibu memar, tubuhnya lebam, bibir berdarah, dan dadanya sakit. Ia sempat diinjak dan dibenamkan ke kasur oleh pelaku,” kata Afnimar, anak korban.
Akibat kekerasan tersebut, Guslina jatuh pingsan dan kini dirawat intensif di Puskesmas Lubuk Buaya. Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma berat.
Pelaku diduga masuk ke dalam rumah melalui atap kamar belakang. Polisi menemukan jejak kaki di plafon kamar yang mengarah ke dalam rumah. Setelah mengobrak-abrik isi rumah dan mengambil dua tas berisi perhiasan, pelaku melarikan diri melalui atap dapur yang dirusak dari dalam.
Pintu depan rumah juga ditemukan dalam kondisi rusak, diduga sempat dicongkel pelaku yang gagal keluar lewat jalur tersebut.
Korban diketahui tinggal sendiri sejak suaminya, seorang pensiunan PNS, meninggal dunia beberapa tahun lalu. Kejadian berlangsung saat sebagian besar warga sekitar masih tertidur. Salah seorang tetangga mengaku sempat mendengar suara mencurigakan di atap rumah korban.
“Kami dengar suara langkah di atas, tapi tidak menyangka itu perampok,” ujar seorang warga.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi. Hingga Kamis siang, rumah korban masih ramai dikunjungi warga yang prihatin atas kejadian tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Identitas dan jumlah pelaku belum diketahui karena korban langsung dibekap dan tidak sempat melihat wajah mereka,” ungkap Iptu Jamaldi.
Pihak keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan diproses hukum secepatnya. “Kami ingin keadilan dan rasa aman kembali untuk ibu kami dan lingkungan sekitar,” tutup Afnimar.
Penganiayaan brutal itu terjadi di rumah korban, Perumdam 34, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Kamis (17/7/2025) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.
Baca juga: Pemuda Bejat di Mojokerto Ini Bunuh dan Perkosa Nenek-Nenek
Korban Guslina (84), seorang lansia yang tinggal seorang diri, mengalami luka serius setelah disekap dan dianiaya pelaku yang menyelinap masuk ke rumahnya.
Kanit Reskrim Polsek Koto Tangah, Iptu Jamaldi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban kehilangan lima kalung emas, dua cincin emas, dan uang tunai sekitar Rp160 ribu. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp28 juta.
Peristiwa bermula saat korban bangun untuk menunaikan salat Tahajud. Ia curiga karena lampu rumah yang biasanya menyala tiba-tiba padam. Begitu membuka pintu kamar, seorang pelaku langsung membekap wajahnya dengan kain dan memukulnya hingga tersungkur.
Baca juga: Jagat Sosmed Heboh, Perjaka Nikahi Nenek-nenek di OKI Sumsel
“Mata ibu memar, tubuhnya lebam, bibir berdarah, dan dadanya sakit. Ia sempat diinjak dan dibenamkan ke kasur oleh pelaku,” kata Afnimar, anak korban.
Akibat kekerasan tersebut, Guslina jatuh pingsan dan kini dirawat intensif di Puskesmas Lubuk Buaya. Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma berat.
Pelaku diduga masuk ke dalam rumah melalui atap kamar belakang. Polisi menemukan jejak kaki di plafon kamar yang mengarah ke dalam rumah. Setelah mengobrak-abrik isi rumah dan mengambil dua tas berisi perhiasan, pelaku melarikan diri melalui atap dapur yang dirusak dari dalam.
Pintu depan rumah juga ditemukan dalam kondisi rusak, diduga sempat dicongkel pelaku yang gagal keluar lewat jalur tersebut.
Korban diketahui tinggal sendiri sejak suaminya, seorang pensiunan PNS, meninggal dunia beberapa tahun lalu. Kejadian berlangsung saat sebagian besar warga sekitar masih tertidur. Salah seorang tetangga mengaku sempat mendengar suara mencurigakan di atap rumah korban.
“Kami dengar suara langkah di atas, tapi tidak menyangka itu perampok,” ujar seorang warga.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi. Hingga Kamis siang, rumah korban masih ramai dikunjungi warga yang prihatin atas kejadian tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Identitas dan jumlah pelaku belum diketahui karena korban langsung dibekap dan tidak sempat melihat wajah mereka,” ungkap Iptu Jamaldi.
Pihak keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan diproses hukum secepatnya. “Kami ingin keadilan dan rasa aman kembali untuk ibu kami dan lingkungan sekitar,” tutup Afnimar.
(shf)
Lihat Juga :