Menolak Direlokasi, Masyarakat Enam Desa di Pelalawan Tawarkan Penghijaun Hutan
Jum'at, 11 Juli 2025 - 21:28 WIB
loading...
A
A
A
Enam desa yang diklaim berada di kawasan Taman Nasional adalah Bukit Kusuma, Lubuk Kembang Bunga, Segati, Gondai, Air Hitam, dan Bagan Limau, dengan total sekitar 25.000 jiwa terdampak. Di Desa Lubuk Kembang Bunga saja, tiga dusunnya dihuni lebih dari 10.000 orang dengan fasilitas ibadah dan sekolah yang dibangun swadaya.
Sebagai solusi, Aziz menegaskan bahwa masyarakat siap menjaga hutan bersama pemerintah. Jika klaim masyarakat menguasai 60 ribu hektare lahan di TNTN itu benar, ia mengusulkan agar pemerintah mengambil lahan konsesi perusahaan seluas 75.000 hektare di dekat TNTN untuk dihijaukan.
"Kami siap menyisihkan uang sawit kami Rp500.000 per hektare per tahun. Itu setara Rp30 miliar per tahun atau Rp2,5 miliar per bulan. Itu cukup untuk penghijauan. Tak hanya menghijaukan, kami juga siap menjaganya," tegas Aziz.
Usulan ini, kata Aziz, sudah disampaikan dalam pernyataan tertulis saat diundang oleh Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI pada 2 Juli lalu. "Kami bukan sekadar menuntut hak, tapi juga memberi solusi," ungkapnya. Sebagai bentuk keseriusan, masyarakat bahkan berseloroh ingin didirikan enam pos militer dan rumah bagi gajah serta satwa lain yang akan mereka bangun dan jaga secara swadaya.
Sementaa itu Satgas PKH menegaskan, saat ini Pemerintah menargetkan penertiban sawit dalam Kawasan hutan sebanyak 3,7 juta hectare. Daerah paling banyak adalah di Riau.Satgas PKH menyatakan bahwa TNTN termasuk daerah yang dirambah dan tanami sawit dan sedang ditertibkan.
Sebagai solusi, Aziz menegaskan bahwa masyarakat siap menjaga hutan bersama pemerintah. Jika klaim masyarakat menguasai 60 ribu hektare lahan di TNTN itu benar, ia mengusulkan agar pemerintah mengambil lahan konsesi perusahaan seluas 75.000 hektare di dekat TNTN untuk dihijaukan.
"Kami siap menyisihkan uang sawit kami Rp500.000 per hektare per tahun. Itu setara Rp30 miliar per tahun atau Rp2,5 miliar per bulan. Itu cukup untuk penghijauan. Tak hanya menghijaukan, kami juga siap menjaganya," tegas Aziz.
Usulan ini, kata Aziz, sudah disampaikan dalam pernyataan tertulis saat diundang oleh Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI pada 2 Juli lalu. "Kami bukan sekadar menuntut hak, tapi juga memberi solusi," ungkapnya. Sebagai bentuk keseriusan, masyarakat bahkan berseloroh ingin didirikan enam pos militer dan rumah bagi gajah serta satwa lain yang akan mereka bangun dan jaga secara swadaya.
Sementaa itu Satgas PKH menegaskan, saat ini Pemerintah menargetkan penertiban sawit dalam Kawasan hutan sebanyak 3,7 juta hectare. Daerah paling banyak adalah di Riau.Satgas PKH menyatakan bahwa TNTN termasuk daerah yang dirambah dan tanami sawit dan sedang ditertibkan.
(cip)
Lihat Juga :