Lisa Mariana Dipanggil Polda Jabar Soal Video Asusila, Dirres Siber: Tak Terkait Ridwan Kamil
Kamis, 10 Juli 2025 - 15:20 WIB
loading...
Dirres Siber Polda Jabar, Kombes Pol Resza Ramadiansah menjelaskan pemanggilan Lisa Mariana untuk diperiksa sebagai saksi atas kasus video asusila yang beredar di situs porno. Foto/Agus Warsudi
A
A
A
BANDUNG - Lisa Mariana (LM) dipanggil oleh penyidik Direktorat Reserse Siber Polda Jabar untuk diperiksa sebagai saksi atas kasus video asusila yang beredar di situs porno. Selebgram bertubuh gemuk itu tak memenuhi panggilan penyidik pada Senin (7/7/2025).
Dirres Siber Polda Jabar Kombes Pol Resza Ramadiansah mengatakan, penyelidikan kasus ini berawal dari laporan polisi terhadap LM yang diterima beberapa waktu lalu.
Baca juga: Penyebab Sidang Mediasi Lisa Mariana-Ridwan Kamil Deadlock
"LM ini beberapa waktu lalu itu dilaporkan oleh seseorang dengan LP yang sudah kami terima. Kemudian kita juga telah melakukan beberapa proses permintaan keterangan dari saksi-saksi laporan ini," kata Dirres Siber Polda Jabar, Kamis (10/7/2025).
Kombes Resza menyatakan, laporan terhadap LM itu sama sekali tidak terkait dengan RK (Ridwan Kamil) tetapi orang lain. Setelah kami memeriksa beberapa saksi, kami akhirnya mengarah kepada dua tersangka dari video porno yang telah beredar," ujar Kombes Resza.
Dirres Siber menuturkan, jumlah video yang beredar di internet sebanyak tiga buah. Pemeran dalam video mesum itu, baik lelaki maupun perempuan, orang yang sama.
Baca juga: Ridwan Kamil Ternyata Telah Laporkan Lisa Mariana ke Mabes Polri pada 11 April 2025
"Semuanya sama (pemeran lelaki dan perempuan). Jadi ada tiga video yang telah beredar dengan dua pelaku yang sama. Tempat yang berbeda," tutur Dirres Siber.
Sampai saat ini, kata Kombes Resza, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Penyidik tengah mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi, termasuk pria dan wanita pemeran video porno tersebut.
"Kami sudah memeriksa yang bersangkutan (satu pemeran lelaki dalam video porno). Jadi pelaku mengakui memang ada dalam video itu. Dari hasil penyelidikan kami, yang bersangkutan juga menyadari bahwa video itu direkam oleh keduanya. Secara sengaja dan sadar," ucap Kombes Resza.
Ditanya apakah video porno itu dibuat untuk dijual atau kepentingan pribadi? Dirres Siber menyatakan, berdasarkan penelusuran penyidik, sampai saat ini video porno itu masih beredar di internet dan berbayar.
Namun video tersebut disebarkan oleh pihak ketiga bukan oleh LM dan pasangannya. "Itu lah yang kita jadikan objek dalam penyelidikan-penyelidikan di kasus," ujar Dirres Siber.
Apakah LM bisa disebut sebagai talent dalam video tersebut? Kombes Resza menuturkan, dilihat dari video yang beredar memang sengaja dibuat. Namun siapa pelaku yang menyebarkan video itu di situs porno, masih proses pendalaman penyelidikan.
"(Soal lokasi pembuatan video) Masih kita dalami. Tapi karena mereka melapornya di sini, kami melakukan penyelidikan secara online atau digital. Kami terima (laporan) dan kami proses," tutur Kombes Resza.
Saat ini, kata Dirres Siber, penyidik menunggu kesediaan LM diperiksa penyidik terkait kasus itu. Semula LM dijadwalkan periksa penyidik pada Senin (7/7/2025) namun tidak hadir.
"Kami reschedule (penjadwalan ulang) karena (LM) ada pemeriksaan di Barreskrim Polri. Sehingga kami jadwalkan besok hari Jumat (11/7/2025)," ucap Dirres Siber.
Dirres Siber Polda Jabar Kombes Pol Resza Ramadiansah mengatakan, penyelidikan kasus ini berawal dari laporan polisi terhadap LM yang diterima beberapa waktu lalu.
Baca juga: Penyebab Sidang Mediasi Lisa Mariana-Ridwan Kamil Deadlock
"LM ini beberapa waktu lalu itu dilaporkan oleh seseorang dengan LP yang sudah kami terima. Kemudian kita juga telah melakukan beberapa proses permintaan keterangan dari saksi-saksi laporan ini," kata Dirres Siber Polda Jabar, Kamis (10/7/2025).
Kombes Resza menyatakan, laporan terhadap LM itu sama sekali tidak terkait dengan RK (Ridwan Kamil) tetapi orang lain. Setelah kami memeriksa beberapa saksi, kami akhirnya mengarah kepada dua tersangka dari video porno yang telah beredar," ujar Kombes Resza.
Dirres Siber menuturkan, jumlah video yang beredar di internet sebanyak tiga buah. Pemeran dalam video mesum itu, baik lelaki maupun perempuan, orang yang sama.
Baca juga: Ridwan Kamil Ternyata Telah Laporkan Lisa Mariana ke Mabes Polri pada 11 April 2025
"Semuanya sama (pemeran lelaki dan perempuan). Jadi ada tiga video yang telah beredar dengan dua pelaku yang sama. Tempat yang berbeda," tutur Dirres Siber.
Sampai saat ini, kata Kombes Resza, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Penyidik tengah mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi, termasuk pria dan wanita pemeran video porno tersebut.
"Kami sudah memeriksa yang bersangkutan (satu pemeran lelaki dalam video porno). Jadi pelaku mengakui memang ada dalam video itu. Dari hasil penyelidikan kami, yang bersangkutan juga menyadari bahwa video itu direkam oleh keduanya. Secara sengaja dan sadar," ucap Kombes Resza.
Ditanya apakah video porno itu dibuat untuk dijual atau kepentingan pribadi? Dirres Siber menyatakan, berdasarkan penelusuran penyidik, sampai saat ini video porno itu masih beredar di internet dan berbayar.
Namun video tersebut disebarkan oleh pihak ketiga bukan oleh LM dan pasangannya. "Itu lah yang kita jadikan objek dalam penyelidikan-penyelidikan di kasus," ujar Dirres Siber.
Apakah LM bisa disebut sebagai talent dalam video tersebut? Kombes Resza menuturkan, dilihat dari video yang beredar memang sengaja dibuat. Namun siapa pelaku yang menyebarkan video itu di situs porno, masih proses pendalaman penyelidikan.
"(Soal lokasi pembuatan video) Masih kita dalami. Tapi karena mereka melapornya di sini, kami melakukan penyelidikan secara online atau digital. Kami terima (laporan) dan kami proses," tutur Kombes Resza.
Saat ini, kata Dirres Siber, penyidik menunggu kesediaan LM diperiksa penyidik terkait kasus itu. Semula LM dijadwalkan periksa penyidik pada Senin (7/7/2025) namun tidak hadir.
"Kami reschedule (penjadwalan ulang) karena (LM) ada pemeriksaan di Barreskrim Polri. Sehingga kami jadwalkan besok hari Jumat (11/7/2025)," ucap Dirres Siber.
(shf)
Lihat Juga :