BNPB: Operasi Modifikasi Cuaca Ditargetkan Selesai Besok

Kamis, 10 Juli 2025 - 13:13 WIB
loading...
BNPB: Operasi Modifikasi...
Persiapan Operasi Modifikasi cuaca Jabodetabek di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Foto: Aldhi Chandra Setiawan
A A A
JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Abdul Muhari menyampaikan bahwa selama empat hari ini pihaknya telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi itu ditargetkan akan selesai pada Jumat (11/7/2025).

"Jadi untuk sementara ini operasi ini akan kita lakukan sampai tanggal 11," kata Abdul di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Meski ditargetkan selesai besok, Abdul menyampaikan bahwa OMC tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang. Pihaknya akan menunggu analisis dari BMKG jika memang dalan beberapa hari ke depan potensi hujan tinggi, maka OMC akan dilanjutkan.

Baca juga: Operasi Modifikasi Cuaca, 2 Ton Garam Ditabur di Langit Jabodetabek



"Ini sangat dinamis bergantung pada potensi pemicunya jadi kalau misalkan nanti dari analisis BMKG menyebutkan bahwa mungkin masih akan terjadi eskalasi peningkatan intensitas curah hujan yang mengharuskan kita masih harus meneruskan operasi ini maka kita akan pertimbangan untuk meneruskan," ujarnya.

Adapun, selama empat hari ini melaksanakan OMC, BNPB mengklaim terjadi penurunan intensitas hujan di wilayah Jabodetabek. Total sudah 18 sorti penyemaian di langit atau satu sorti berisikan 800 kg sampai 1 ton garam.

BNPB: Operasi Modifikasi Cuaca Ditargetkan Selesai Besok


"Ini sudah hari keempat, sudah lebih kurang 18 sorti kita lakukan. Sejauh ini seperti apa dan sampai kapan kita akan melakukan ini yang pasti tentu saja rekan-rekan dan pemirsa di rumah bisa merasakan juga dalam dua hari ini intensitas hujan berkurang secara signifikan," ujar Abdul.

BNPB: Operasi Modifikasi Cuaca Ditargetkan Selesai Besok


Dijelaskan, Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko bahwa OMC ini dilaksanakan untuk mengarahkan hujan ke laut serta juga menghambat hujan di darat. “Sudah 18 sorti kita lakukan baik menggunakan NACL untuk mencegat awan-awan supaya hujan di laut tidak hujan di darat. Maupun menggunakan CAO untuk mengganggu pertumbuhan awan sehingga kalaupun hujan di daratan tidak terlalu besar," kata Tri.

Meski terjadi penurunan hujan di Jabodetabek, BMKG memprediksi curah hujan tinggi terjadi di wilayah Indonesia Timur. Dengan kejadian itu, pihaknya akan menganalisis lebih dalam apakah wilayah tersebut perlu juga dilakukan OMC.

"Saat ini juga di Indonesia bagian timur itu juga mulai terjadi peningkatan aktivitas gelombang atmosfer yang memicu curah hujan tinggi. nanti akan kita hitung, kita kaji apakah itu masih bisa diterima oleh permukaan dengan baik jika masih bisa diterima tentu ya sudah biarkan saja fenomena alam ini," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
BMKG Sebut Siklon Tropis...
BMKG Sebut Siklon Tropis Jangmi Menguat, Ini Dampak Cuacanya bagi Indonesia
Siklon Tropis Jangmi...
Siklon Tropis Jangmi Terdeteksi, BMKG: Picu Potensi Hujan Lebat di Sebagian Indonesia
Pakar ITB Sebut Cuaca...
Pakar ITB Sebut Cuaca Berperan Besar dalam Blackout Sumatera
BNPB Sebut Cuaca Ekstrem...
BNPB Sebut Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Sejumlah Wilayah di Indonesia
Puluhan Rumah di Banjar...
Puluhan Rumah di Banjar Kalsel Rusak Diterjang Hujan Deras Disertai Angin Kencang
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Cuaca Ekstrem, Jemaah...
Cuaca Ekstrem, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Tak Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Rekomendasi
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Berita Terkini
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Infografis
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Rp100.000 per Kg, Wamendag Salahkan Cuaca
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved