Siasat Cerdik Raden Wijaya Mengelabui Utusan Jayakatwang saat Sidak Hutan Tarik
Selasa, 08 Juli 2025 - 07:24 WIB
loading...
Puluhan kuda perkasa yang datang mengejutkan utusan Jayakatwang dari Kediri saat memantau persiapan Raden Wijaya membuka Hutan Tarik. Foto: Ist
A
A
A
PULUHAN kuda perkasa yang datang mengejutkan utusan Jayakatwang dari Kediri saat memantau persiapan Raden Wijaya membuka Hutan Tarik. Raden Wijaya yang kaget pun langsung berujar bahwa kuda-kuda sebanyak 27 ekor itu untuk berburu sang Raja Kediri Jayakatwang.
Strategi itu untuk mengelabui kedatangan kuda-kuda perkasa nan besar dari Madura. Sebab, Raden Wijaya merasa puas dengan perkembangan Hutan Tarik yang dibukanya dari pemberian Jayakatwang
Baca juga: Kisah Raden Wijaya Temukan Gayatri yang Hilang usai Serangan Jayakatwang
Siasat penyerangan Kerajaan Kediri di bawah pemerintahan Jayakatwang disusun. Raden Wijaya juga mengumpulkan peta wilayah Kediri berikut informasi tentang sejumlah jalan yang akan dilalui, termasuk beberapa tempat yang perlu diwaspadai dari lawannya itu.
Bahkan, Raden Wijaya juga mengumpulkan informasi mengenai persenjataan, armada tempur, hingga mengawasi kekuatan Jayakatwang. Kuda yang dikatakan ke Winotan, utusan khusus Jayakatwang ke Hutan Tarik menjadi bagian dari armada yang disiapkan.
Kepada Winotan, sebagaimana dikutip dari "Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit", Raden Wijaya masih menunggu beberapa anjing dan jala yang telah dipesannya sebelum mengundang raja. Dengan begitu, kunjungan Jayakatwang pun tertunda selama beberapa minggu.
Namun, terjadi juga sebuah insiden yang melibatkan Winotan. Insiden tersebut akhirnya menjadi pertanda akan masalah-masalah yang bakal muncul kelak. Kisah ini berulang kali dituturkan dalam cerita rakyat tentang petualangan Raden Wijaya.
Saat percakapan antara utusan Jayakatwang dan Raden Wijaya itu terjadi sedikit insiden di antara keduanya. Ranggalawe yang merupakan anak Arya Wiraraja dari Madura sempat menanyakan kepada Winotan apa perbedaan antara orang Madura dan orang Daha.
Kemudian, Winotan yang terkejut disambut emosi Ranggalawe. Raden Wijaya yang mulai menyadari adanya emosi di antara keduanya mencoba menenangkan kondisi. Raden Wijaya memerintahkan Ranggalawe untuk memeriksa kuda-kuda itu supaya bisa digunakan untuk berburu oleh Jayakatwang.
Persoalan itu akhirnya berhasil diredam Raden Wijaya. Dia menasihati Ranggalawe agar menahan emosinya dan bersikap lebih diplomatis ketika bertemu utusan Kediri.
Strategi itu untuk mengelabui kedatangan kuda-kuda perkasa nan besar dari Madura. Sebab, Raden Wijaya merasa puas dengan perkembangan Hutan Tarik yang dibukanya dari pemberian Jayakatwang
Baca juga: Kisah Raden Wijaya Temukan Gayatri yang Hilang usai Serangan Jayakatwang
Siasat penyerangan Kerajaan Kediri di bawah pemerintahan Jayakatwang disusun. Raden Wijaya juga mengumpulkan peta wilayah Kediri berikut informasi tentang sejumlah jalan yang akan dilalui, termasuk beberapa tempat yang perlu diwaspadai dari lawannya itu.
Bahkan, Raden Wijaya juga mengumpulkan informasi mengenai persenjataan, armada tempur, hingga mengawasi kekuatan Jayakatwang. Kuda yang dikatakan ke Winotan, utusan khusus Jayakatwang ke Hutan Tarik menjadi bagian dari armada yang disiapkan.
Kepada Winotan, sebagaimana dikutip dari "Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit", Raden Wijaya masih menunggu beberapa anjing dan jala yang telah dipesannya sebelum mengundang raja. Dengan begitu, kunjungan Jayakatwang pun tertunda selama beberapa minggu.
Namun, terjadi juga sebuah insiden yang melibatkan Winotan. Insiden tersebut akhirnya menjadi pertanda akan masalah-masalah yang bakal muncul kelak. Kisah ini berulang kali dituturkan dalam cerita rakyat tentang petualangan Raden Wijaya.
Saat percakapan antara utusan Jayakatwang dan Raden Wijaya itu terjadi sedikit insiden di antara keduanya. Ranggalawe yang merupakan anak Arya Wiraraja dari Madura sempat menanyakan kepada Winotan apa perbedaan antara orang Madura dan orang Daha.
Kemudian, Winotan yang terkejut disambut emosi Ranggalawe. Raden Wijaya yang mulai menyadari adanya emosi di antara keduanya mencoba menenangkan kondisi. Raden Wijaya memerintahkan Ranggalawe untuk memeriksa kuda-kuda itu supaya bisa digunakan untuk berburu oleh Jayakatwang.
Persoalan itu akhirnya berhasil diredam Raden Wijaya. Dia menasihati Ranggalawe agar menahan emosinya dan bersikap lebih diplomatis ketika bertemu utusan Kediri.
(jon)
Lihat Juga :