Program MBG Investasi Gizi Jangka Panjang, BGN: Dampaknya Dirasakan 15 Tahun ke Depan
Senin, 07 Juli 2025 - 20:25 WIB
loading...
Sosialisasi Program MBG di Kopikrebo, Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (5/7/2025). FOTO/IST
A
A
A
SURABAYA - Anggota Komisi IX DPR, Indah Kurniawati menilai program Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif strategis untuk mengatasi persoalan stunting dan malnutrisi yang masih menghantui sebagian masyarakat Indonesia. Terobosan ini akan membentuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi menjelang Indonesia Emas 2045.
"Program MBG bertujuan menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. SDM unggul adalah kunci kesejahteraan dan terbentuknya Generasi Emas yang berkualitas," kata Indah dalam sosialisasi Program MBG di Kopikrebo, Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (5/7/2025).
Kegiatan bertema Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia ini dihadiri ratusan orang, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Alwin Supriyadi, serta tokoh masyarakat setempat.
Alwin Supriyadi menjelaskan, dampak nyata program MBG baru akan terasa 15 hingga 20 tahun mendatang, ketika anak-anak penerima manfaat tumbuh menjadi generasi produktif. Lebih dari sekadar program gizi, MBG juga memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
BGN menggandeng petani, peternak, dan nelayan lokal untuk memasok bahan baku ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bahan-bahan tersebut akan disalurkan melalui koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Program MBG tak hanya memperkuat ketahanan gizi anak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal secara berkelanjutan," kata Alwin.
Di Provinsi Jawa Timur, kebutuhan SPPG diperkirakan mencapai 3.525 unit. Saat ini, terdapat 133 SPPG yang sudah beroperasi di 31 kabupaten/kota. Untuk wilayah Surabaya sendiri, dibutuhkan sekitar 120 SPPG, dengan 8 unit telah beroperasi dan 1 dalam tahap persiapan.
Setiap dapur MBG dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk oleh BGN dan bekerja sama dengan ahli gizi dan akuntan guna memastikan kualitas gizi serta kelancaran distribusi makanan. Satu unit SPPG akan mempekerjakan sekitar 45 hingga 50 orang sebagai juru masak dan tenaga pendukung.
Selain penyediaan makanan bergizi, SPPG juga bertugas menjaga standar kebersihan, pengelolaan gizi, serta pengelolaan limbah dapur agar pelaksanaan program berjalan higienis dan efisien.
Dengan pendekatan yang holistik dan berbasis komunitas, Program Makan Bergizi Gratis menjadi harapan besar dalam menciptakan generasi sehat dan ekonomi desa yang lebih kuat.
"Program MBG bertujuan menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. SDM unggul adalah kunci kesejahteraan dan terbentuknya Generasi Emas yang berkualitas," kata Indah dalam sosialisasi Program MBG di Kopikrebo, Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (5/7/2025).
Kegiatan bertema Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia ini dihadiri ratusan orang, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Alwin Supriyadi, serta tokoh masyarakat setempat.
Alwin Supriyadi menjelaskan, dampak nyata program MBG baru akan terasa 15 hingga 20 tahun mendatang, ketika anak-anak penerima manfaat tumbuh menjadi generasi produktif. Lebih dari sekadar program gizi, MBG juga memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
BGN menggandeng petani, peternak, dan nelayan lokal untuk memasok bahan baku ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bahan-bahan tersebut akan disalurkan melalui koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Program MBG tak hanya memperkuat ketahanan gizi anak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal secara berkelanjutan," kata Alwin.
Di Provinsi Jawa Timur, kebutuhan SPPG diperkirakan mencapai 3.525 unit. Saat ini, terdapat 133 SPPG yang sudah beroperasi di 31 kabupaten/kota. Untuk wilayah Surabaya sendiri, dibutuhkan sekitar 120 SPPG, dengan 8 unit telah beroperasi dan 1 dalam tahap persiapan.
Setiap dapur MBG dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk oleh BGN dan bekerja sama dengan ahli gizi dan akuntan guna memastikan kualitas gizi serta kelancaran distribusi makanan. Satu unit SPPG akan mempekerjakan sekitar 45 hingga 50 orang sebagai juru masak dan tenaga pendukung.
Selain penyediaan makanan bergizi, SPPG juga bertugas menjaga standar kebersihan, pengelolaan gizi, serta pengelolaan limbah dapur agar pelaksanaan program berjalan higienis dan efisien.
Dengan pendekatan yang holistik dan berbasis komunitas, Program Makan Bergizi Gratis menjadi harapan besar dalam menciptakan generasi sehat dan ekonomi desa yang lebih kuat.
(abd)
Lihat Juga :