Pengamen Serang Warung Bakso di Koja, Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas
Senin, 07 Juli 2025 - 17:52 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Video memperlihatkan warung bakso digeruduk pengamen hingga sempat membuat keributan di wilayah Koja , Jakarta Utara viral di media sosial. Dalam video yang beredar, para pengamen itu mengaku tak terima mereka direkam dan dilarang mengamen oleh pegawai warung bakso saat mengamen.
Padahal, pemilik warung bakso itu sudah melarang tempat usahanya dijadikan tempat mengamen. Kejadian ini pun mengundang perhatian Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.
Sahroni mendorong kepolisian menindak para pengamen yang sudah sampai mengintimidasi atau memaksa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan masyarakat. “Saya minta Polres Jakut segera menelusuri dan menindak para pengamen itu. Mereka mengintimidasi pelaku UMKM yakni penjual bakso karena tidak terima diusir,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (7/7/2025).
Baca juga: Tak Ada Lagi Alasan Nggak Punya Receh: Pengamen Ibukota Kini Terima QRIS
“Padahal penjual dan pembeli sendiri sangat terganggu karena sudah datang-datang maksa, marah karena nggak dikasih uang dan datang berkali-kali. Sudah bikin tidak nyaman begini, ketika diusir mereka malah mendatangi kedai rame-rame dan membuat keributan. Ini sih jelas-jelas premanisme dan harus ada konsekuensi pidananya,” kata Politikus Nasdem itu.
Baca juga: Ini Penampakan Maling Celana Dalam Wanita di Malang, Pura-pura Ngamen
Sahroni menekankan tentang pentingnya perlindungan terhadap pelaku usaha dan masyarakat yang ingin menjaga kenyamanan lingkungan mereka. Sebab, peristiwa yang terjadi di Koja itu sudah banyak terjadi di daerah lain.
“Saya harap ini betul-betul jadi perhatian serius bagi aparat kepolisian. Karena kejadian kayak gini sebetulnya banyak, tapi gak semuanya kan viral. Jadi polisi wajib usut kalau dapat laporan dari pelaku UMKM atau konsumen soal pengamen yang meresahkan. Jangan anggap sepele. Sweeping mereka, beri hukuman yang tepat dan pastikan tidak terulang lagi,” pungkas Sahroni.
Padahal, pemilik warung bakso itu sudah melarang tempat usahanya dijadikan tempat mengamen. Kejadian ini pun mengundang perhatian Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.
Sahroni mendorong kepolisian menindak para pengamen yang sudah sampai mengintimidasi atau memaksa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan masyarakat. “Saya minta Polres Jakut segera menelusuri dan menindak para pengamen itu. Mereka mengintimidasi pelaku UMKM yakni penjual bakso karena tidak terima diusir,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (7/7/2025).
Baca juga: Tak Ada Lagi Alasan Nggak Punya Receh: Pengamen Ibukota Kini Terima QRIS
“Padahal penjual dan pembeli sendiri sangat terganggu karena sudah datang-datang maksa, marah karena nggak dikasih uang dan datang berkali-kali. Sudah bikin tidak nyaman begini, ketika diusir mereka malah mendatangi kedai rame-rame dan membuat keributan. Ini sih jelas-jelas premanisme dan harus ada konsekuensi pidananya,” kata Politikus Nasdem itu.
Baca juga: Ini Penampakan Maling Celana Dalam Wanita di Malang, Pura-pura Ngamen
Sahroni menekankan tentang pentingnya perlindungan terhadap pelaku usaha dan masyarakat yang ingin menjaga kenyamanan lingkungan mereka. Sebab, peristiwa yang terjadi di Koja itu sudah banyak terjadi di daerah lain.
“Saya harap ini betul-betul jadi perhatian serius bagi aparat kepolisian. Karena kejadian kayak gini sebetulnya banyak, tapi gak semuanya kan viral. Jadi polisi wajib usut kalau dapat laporan dari pelaku UMKM atau konsumen soal pengamen yang meresahkan. Jangan anggap sepele. Sweeping mereka, beri hukuman yang tepat dan pastikan tidak terulang lagi,” pungkas Sahroni.
(rca)
Lihat Juga :