Viral Penumpang KRL Pilih Lompat Pagar di Stasiun Cikini, Ini Respons KAI
Senin, 07 Juli 2025 - 16:19 WIB
loading...
Viral penumpang kereta rel listrik (KRL) memilih melompati pagar ketimbang sedikit memutar untuk mengakses pintu masuk Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Hal itu masih terjadi pada Senin (7/7/2025) sore. Foto/Muhammad Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Viral penumpang kereta rel listrik ( KRL ) memilih melompati pagar ketimbang sedikit memutar untuk mengakses pintu masuk Stasiun Cikini , Jakarta Pusat. Hal itu masih terjadi pada Senin (7/7/2025) sore meski terlihat empat petugas stasiun berjaga.
Pantauan SindoNews, dalam waktu 10 menit terdapat 5-10 penumpang yang memilih melompat pagar di Stasiun Cikini. Mirisnya petugas yang berjaga tidak memberikan teguran meski terlihat jelas penumpang melompat pagar setelah turun dari ojek online (ojol).
Tak jarang klakson mobil maupun motor yang melintas berbunyi karena pengemudi ojol dengan enaknya menurunkan penumpang di sisi kanan jalan dekat dengan pagar Stasiun Cikini.
Baca Juga: Sejarah Stasiun Cikini yang Awalnya Hanya Halte Kecil
Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengomentari sejumlah penumpang KRL yang keluar dan masuk dari Stasiun Cikini dengan cara melompati pagar pembatas, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyayangkan tindakan yang tidak mencerminkan perilaku tertib dan ber kesadaran sebagai pengguna transportasi publik.
Ia menyatakan bahwa aksi melompati pagar bukan hanya melanggar aturan, namun juga berpotensi membahayakan keselamatan penumpang itu sendiri serta mengganggu kelancaran operasional di area stasiun.
“Kami sangat menyayangkan masih ada oknum penumpang yang dengan sengaja melompati pagar pembatas saat keluar dari Stasiun Cikini. Tindakan tersebut jelas melanggar ketertiban umum dan mencerminkan kurangnya kesadaran untuk menghormati fasilitas publik,” ujar Ixfan.
Sebagai informasi, hampir seluruh stasiun KRL di wilayah Daop 1 Jakarta telah dirancang dengan sistem pemagaran pada area pejalan kaki. Hal ini tidak hanya berfungsi untuk keamanan dan keselamatan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya penataan kawasan stasiun agar lebih tertib dan terintegrasi.
Stasiun Cikini memiliki sejarah panjang sebagai simpul mobilitas sekaligus ruang publik. Di era awal 2000-an, kawasan tangga bawah stasiun sempat dikenal dengan keberadaan 'Galeri Jalanan' yang diisi oleh pedagang dan komunitas lokal. Namun, sejak 2013, PT KAI mulai melakukan penataan menyeluruh, termasuk sterilisasi dan relokasi kios-kios di sekitar stasiun sebagai langkah awal untuk mengembalikan fungsi utama stasiun sebagai area layanan transportasi yang aman, nyaman, dan profesional.
“Langkah penataan yang dilakukan KAI sejak lebih dari satu dekade lalu, termasuk pembangunan pagar pembatas, bertujuan agar stasiun tidak lagi semrawut dan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik, tertib, aman, nyaman, serta berkelanjutan. Oleh karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas dan tertib saat berada di kawasan stasiun,: ujarnya.
Pantauan SindoNews, dalam waktu 10 menit terdapat 5-10 penumpang yang memilih melompat pagar di Stasiun Cikini. Mirisnya petugas yang berjaga tidak memberikan teguran meski terlihat jelas penumpang melompat pagar setelah turun dari ojek online (ojol).
Tak jarang klakson mobil maupun motor yang melintas berbunyi karena pengemudi ojol dengan enaknya menurunkan penumpang di sisi kanan jalan dekat dengan pagar Stasiun Cikini.
Baca Juga: Sejarah Stasiun Cikini yang Awalnya Hanya Halte Kecil
Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengomentari sejumlah penumpang KRL yang keluar dan masuk dari Stasiun Cikini dengan cara melompati pagar pembatas, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyayangkan tindakan yang tidak mencerminkan perilaku tertib dan ber kesadaran sebagai pengguna transportasi publik.
Ia menyatakan bahwa aksi melompati pagar bukan hanya melanggar aturan, namun juga berpotensi membahayakan keselamatan penumpang itu sendiri serta mengganggu kelancaran operasional di area stasiun.
“Kami sangat menyayangkan masih ada oknum penumpang yang dengan sengaja melompati pagar pembatas saat keluar dari Stasiun Cikini. Tindakan tersebut jelas melanggar ketertiban umum dan mencerminkan kurangnya kesadaran untuk menghormati fasilitas publik,” ujar Ixfan.
Sebagai informasi, hampir seluruh stasiun KRL di wilayah Daop 1 Jakarta telah dirancang dengan sistem pemagaran pada area pejalan kaki. Hal ini tidak hanya berfungsi untuk keamanan dan keselamatan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya penataan kawasan stasiun agar lebih tertib dan terintegrasi.
Stasiun Cikini memiliki sejarah panjang sebagai simpul mobilitas sekaligus ruang publik. Di era awal 2000-an, kawasan tangga bawah stasiun sempat dikenal dengan keberadaan 'Galeri Jalanan' yang diisi oleh pedagang dan komunitas lokal. Namun, sejak 2013, PT KAI mulai melakukan penataan menyeluruh, termasuk sterilisasi dan relokasi kios-kios di sekitar stasiun sebagai langkah awal untuk mengembalikan fungsi utama stasiun sebagai area layanan transportasi yang aman, nyaman, dan profesional.
“Langkah penataan yang dilakukan KAI sejak lebih dari satu dekade lalu, termasuk pembangunan pagar pembatas, bertujuan agar stasiun tidak lagi semrawut dan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik, tertib, aman, nyaman, serta berkelanjutan. Oleh karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas dan tertib saat berada di kawasan stasiun,: ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :