Gempa M5,1 Guncang Selatan Pangandaran, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Senin, 07 Juli 2025 - 12:52 WIB
loading...
Selatan Pangandaran, Jawa Barat diguncang gempa tektonik dengan magnitudo M5,1 pada Senin (7/7/2025) pukul 12.00.25 WIB. Ilustrasi/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Selatan Pangandaran, Jawa Barat diguncang gempa tektonik dengan magnitudo M5,1 pada Senin (7/7/2025) pukul 12.00.25 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) memastikan gempa tidak berpotensi tsunami .
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan resminya.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 10,15° LS ; 108,56° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 272 Km arah Tenggara Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada kedalaman 15 km.
Daryono mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan di wilayah Outer Rise Selatan Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault ).
Baca Juga: Gempa Pangandaran M5,2, Ini Penjelasan BMKG
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Cimerak, Pangandaran, Cikalong, Tasikmalaya dan daerah Cijulang, Pangandaran dengan skala intensitas I - II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
"Hingga pukul 12.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," katanya.
Daryono mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbaunya.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan resminya.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 10,15° LS ; 108,56° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 272 Km arah Tenggara Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada kedalaman 15 km.
Daryono mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan di wilayah Outer Rise Selatan Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault ).
Baca Juga: Gempa Pangandaran M5,2, Ini Penjelasan BMKG
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Cimerak, Pangandaran, Cikalong, Tasikmalaya dan daerah Cijulang, Pangandaran dengan skala intensitas I - II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
"Hingga pukul 12.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," katanya.
Daryono mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbaunya.
(zik)
Lihat Juga :