Sudah 10 Jam Permukiman Bidara Cina Jakarta Dilanda Banjir
Minggu, 06 Juli 2025 - 13:51 WIB
loading...
Permukiman di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur dilanda banjir sejak Minggu (6/7/2025) subuh. Foto/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Permukiman di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur dilanda banjir sejak Minggu (6/7/2025) subuh. Ketinggian air bahkan mencapai tiga meter.
Pantauan di lokasi, air masih menggenangi kawasan itu meskipun lebih dari 10 jam telah tergenang. Ketinggian air bahkan tidak memperlihatkan tanda-tanda penurunan.
Karena dilanda banjir, aktivitas warga menjadi sepi. Hanya terlihat beberapa orang dewasa yang terlihat mengamankan barang-barang yang hanyut dibawa arus air.
Baca juga: Banjir Capai 1,8 Meter, Sebagian Warga Kebon Pala Bertahan di Lantai 2
Sejumlah warga terlihat mengumpulkan barang-barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan memanfaatkan lantai dua rumah. Tak sedikit juga warga yang memilih mengungsi lantaran rumahnya tak bisa dijadikan tempat istirahat.
"Air awalnya 200 cm, paling tinggi itu 375 cm, itu pas sahur (subuh)," kata warga setempat Tasmi (64) di lokasi, Minggu (6/7/2025).
Menurut Tasmi, banjir terjadi akibat air kiriman di Bendungan Katulampa yang penuh dan menyebabkan Kali Ciliwung Meluap. Ia menyebut banjir surut apabila pintu air Manggarai.
"Tergantung Manggarai. Kalau Manggarai langsung dibuka, cepat (surut)," kata dia.
Hingga berita ini ditayangkan, ketinggian air paling tinggi masih sekitar 3 meter. Aktivitas warga pun terhambat akibat banjir ini.
Pantauan di lokasi, air masih menggenangi kawasan itu meskipun lebih dari 10 jam telah tergenang. Ketinggian air bahkan tidak memperlihatkan tanda-tanda penurunan.
Karena dilanda banjir, aktivitas warga menjadi sepi. Hanya terlihat beberapa orang dewasa yang terlihat mengamankan barang-barang yang hanyut dibawa arus air.
Baca juga: Banjir Capai 1,8 Meter, Sebagian Warga Kebon Pala Bertahan di Lantai 2
Sejumlah warga terlihat mengumpulkan barang-barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan memanfaatkan lantai dua rumah. Tak sedikit juga warga yang memilih mengungsi lantaran rumahnya tak bisa dijadikan tempat istirahat.
"Air awalnya 200 cm, paling tinggi itu 375 cm, itu pas sahur (subuh)," kata warga setempat Tasmi (64) di lokasi, Minggu (6/7/2025).
Menurut Tasmi, banjir terjadi akibat air kiriman di Bendungan Katulampa yang penuh dan menyebabkan Kali Ciliwung Meluap. Ia menyebut banjir surut apabila pintu air Manggarai.
"Tergantung Manggarai. Kalau Manggarai langsung dibuka, cepat (surut)," kata dia.
Hingga berita ini ditayangkan, ketinggian air paling tinggi masih sekitar 3 meter. Aktivitas warga pun terhambat akibat banjir ini.
(rca)
Lihat Juga :