Arahan Khusus Gibran di Posko Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya
Minggu, 06 Juli 2025 - 13:16 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan ini, Gibran menginstruksikan Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait lainnya untuk mengutamakan pencarian dan penyelamatan korban sebagai prioritas utama. Ia meminta proses pencarian dan evakuasi dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi dengan baik, agar seluruh korban dapat segera ditemukan dan mendapatkan penanganan sebaik mungkin.
Selain itu, dia juga meminta agar keluarga korban diberikan informasi yang akurat dan terkini secara berkala, serta difasilitasi segala kebutuhan dasar mereka selama menunggu kepastian informasi di posko. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan pendampingan dan bantuan penanganan bagi keluarga terdampak, sekaligus memastikan proses investigasi menyeluruh dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Pada kesempatan terpisah, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas R. Eko Suyatno menambahkan bahwa Wapres Gibran juga memberikan arahan khusus agar penyampaian informasi dan pemberitaan dilakukan satu pintu. “Kami sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) sudah mendapat arahan dan kita atur setiap sore hari, hasil pelaksana operasi kita evaluasi dan kita lakukan press release. Sehingga pemberitaan ini akurat,” ujarnya.
Tidak hanya itu, sambung Eko, Wapres juga berpesan agar seluruh tim SAR yang terlibat di lapangan selalu mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung. “Kemudian juga untuk tim SAR yang melaksanakan operasi di laut dan di bawah permukaan (agar) menekankan safety is paramount, di mana safety terhadap personel dan peralatan yang ada, sehingga pelaksanaan bisa optimal dan maksimal,” pungkasnya.
Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu malam (2/7/2025) sekitar pukul 23.35 WIB setelah mengalami kebocoran di ruang mesin. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk tersebut mengangkut 53 penumpang, 12 kru, dan 22 kendaraan. Hingga saat ini, 30 orang dilaporkan selamat, 6 orang ditemukan meninggal dunia, dan 29 penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Selain itu, dia juga meminta agar keluarga korban diberikan informasi yang akurat dan terkini secara berkala, serta difasilitasi segala kebutuhan dasar mereka selama menunggu kepastian informasi di posko. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan pendampingan dan bantuan penanganan bagi keluarga terdampak, sekaligus memastikan proses investigasi menyeluruh dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Pada kesempatan terpisah, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas R. Eko Suyatno menambahkan bahwa Wapres Gibran juga memberikan arahan khusus agar penyampaian informasi dan pemberitaan dilakukan satu pintu. “Kami sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) sudah mendapat arahan dan kita atur setiap sore hari, hasil pelaksana operasi kita evaluasi dan kita lakukan press release. Sehingga pemberitaan ini akurat,” ujarnya.
Tidak hanya itu, sambung Eko, Wapres juga berpesan agar seluruh tim SAR yang terlibat di lapangan selalu mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung. “Kemudian juga untuk tim SAR yang melaksanakan operasi di laut dan di bawah permukaan (agar) menekankan safety is paramount, di mana safety terhadap personel dan peralatan yang ada, sehingga pelaksanaan bisa optimal dan maksimal,” pungkasnya.
Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu malam (2/7/2025) sekitar pukul 23.35 WIB setelah mengalami kebocoran di ruang mesin. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk tersebut mengangkut 53 penumpang, 12 kru, dan 22 kendaraan. Hingga saat ini, 30 orang dilaporkan selamat, 6 orang ditemukan meninggal dunia, dan 29 penumpang lainnya masih dalam pencarian.
(rca)
Lihat Juga :